Pengurus Ikatan Alumni Ponpes Attanwir (IKAMI) cabang Semarang. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID - Ketua Umum Ikatan Alumni Ponpes Attanwir (IKAMI) Talun Bojonegoro, H. Amin Mahmud, menegaskan, IKAMI akan mendirikan klinik Attanwir yang kelak berkembang menjadi rumah sakit.
Hal itu ia sampaikan saat Pelantikan Pengurus IKAMI Cabang Semarang Periode 2025/2026, di Masjid Al-Iman Ngaliyan Semarang, Sabtu, 29 November 2025.
“IKAMI akan mendirikan klinik Attanwir, ke depannya jadi rumah sakit,” tegas Amin Mahmud.
Dijelaskannya, untuk ikhtiar tersebut, saat ini pihaknya sedang proses penjajakan MOU dengan Rumah Sakit Muna Anggita Bojonegoro.
Amin juga menegaskan, untuk keberlangsungan organisasi yang ia nahkodai, pihaknya juga sdang merintis beberapa usaha.
“Badan usaha yang bisa menghidupi ikami dan cabang di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Namun, saat ini menurutnya masih ada program yang belum tuntas, yakni pendataan.
“Ini ustad Zamhari (ketua 4 bidang pendataan) ikut datang kesini, nantinya kita bisa tahu alumni Attanwir yang ada di Indonesia,” katanya, sambil menitipkan pesan agar para anggota tetap menjaga nama baik almamater.
Sementara itu, pembina Ikami Semarang, Dr. KH. Ismail SM, M.Ag memberikan dukungan penuh terhadap pengurus baru.
“Selamat menjalankan kegiatan IKAMI, semoga lancar sukses barokah-barokah,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengurus harus tetap kompak dan menjadi penghubung bagi alumni Attanwir yang tersebar di berbagai kampus seperti UIN, Unnes, Undip, Unissula, hingga Unwahas.
Menurutnya, komunikasi lintas kampus harus dihidupkan kembali agar alumni bisa saling terhubung.
“Kalau belum bisa berkomunikasi langsung, bisa di grup, biar nyambung,” tutur akademisi UIN Walisongo itu.
Sekjen IKAMI, Moh Zainul Qirom, juga memberikan penegasan tentang pentingnya mengenang pondasi intelektual para anggota.
“Yang membawa kita adalah Attanwir. Tanpa Attanwir tidak bisa di sini,” katanya.
Ia mengajak para anggota untuk sesekali menyempatkan diri kembali ke Attanwir karena diyakini membawa keberkahan.
Nailil juga mengapresiasi peran KH. Ismail dalam membina IKAMI Semarang. “Beliau sosok orangtua, bukan orang tua biologis, tapi luar biasa, berani dan mau dijadikan sandaran,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, rombongan pengurus IKAMI pusat yang hadir diantaranya Ketum H. Amin Mahmud, wakil ketua 4 Moh Zamhari, Sekjen Moh Zainul Qirom, Wasekjen 1 Sucipto, dan guru MA Attanwir Irsyadul Ibad, serta beberapa pembina IKAMI Semarang.
Berikut susunan pengurus IKAMI Cabang Semarang Periode 2025/2026:
Hal itu ia sampaikan saat Pelantikan Pengurus IKAMI Cabang Semarang Periode 2025/2026, di Masjid Al-Iman Ngaliyan Semarang, Sabtu, 29 November 2025.
“IKAMI akan mendirikan klinik Attanwir, ke depannya jadi rumah sakit,” tegas Amin Mahmud.
Dijelaskannya, untuk ikhtiar tersebut, saat ini pihaknya sedang proses penjajakan MOU dengan Rumah Sakit Muna Anggita Bojonegoro.
Amin juga menegaskan, untuk keberlangsungan organisasi yang ia nahkodai, pihaknya juga sdang merintis beberapa usaha.
“Badan usaha yang bisa menghidupi ikami dan cabang di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Namun, saat ini menurutnya masih ada program yang belum tuntas, yakni pendataan.
“Ini ustad Zamhari (ketua 4 bidang pendataan) ikut datang kesini, nantinya kita bisa tahu alumni Attanwir yang ada di Indonesia,” katanya, sambil menitipkan pesan agar para anggota tetap menjaga nama baik almamater.
Sementara itu, pembina Ikami Semarang, Dr. KH. Ismail SM, M.Ag memberikan dukungan penuh terhadap pengurus baru.
“Selamat menjalankan kegiatan IKAMI, semoga lancar sukses barokah-barokah,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengurus harus tetap kompak dan menjadi penghubung bagi alumni Attanwir yang tersebar di berbagai kampus seperti UIN, Unnes, Undip, Unissula, hingga Unwahas.
Menurutnya, komunikasi lintas kampus harus dihidupkan kembali agar alumni bisa saling terhubung.
“Kalau belum bisa berkomunikasi langsung, bisa di grup, biar nyambung,” tutur akademisi UIN Walisongo itu.
Sekjen IKAMI, Moh Zainul Qirom, juga memberikan penegasan tentang pentingnya mengenang pondasi intelektual para anggota.
“Yang membawa kita adalah Attanwir. Tanpa Attanwir tidak bisa di sini,” katanya.
Ia mengajak para anggota untuk sesekali menyempatkan diri kembali ke Attanwir karena diyakini membawa keberkahan.
Nailil juga mengapresiasi peran KH. Ismail dalam membina IKAMI Semarang. “Beliau sosok orangtua, bukan orang tua biologis, tapi luar biasa, berani dan mau dijadikan sandaran,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, rombongan pengurus IKAMI pusat yang hadir diantaranya Ketum H. Amin Mahmud, wakil ketua 4 Moh Zamhari, Sekjen Moh Zainul Qirom, Wasekjen 1 Sucipto, dan guru MA Attanwir Irsyadul Ibad, serta beberapa pembina IKAMI Semarang.
Berikut susunan pengurus IKAMI Cabang Semarang Periode 2025/2026:
Ketua: Moch Mulya Handika
Wakil Ketua: Soeryo Noegroho
Sekretaris: Muhammad Alif Syarifudin
Wakil Sekretaris: Diah Ayu Candra Puspita
Bendahara: Siti Ameliya Ramadhani
Wakil Bendahara: Nadia Khoirun Navila
Bidang Keislaman:
Septi Najwa Mujahidah (Koordinator)
Rizqi Hilda Fauziah
Vinda Puji Pertiwi
Yumaysila Nur Hidayah
Moh. Syakirun Ni’am
Dina Febriana
Elva Nurhayati
Bidang Pengkaderan:
Erie Dwi Wulan Sari (Koordinator)
Maulida Maftukhatu Riska
Aniqoh Khabibah
Diana Lailaus Sa’adah
Ely Saputri
M. Hafidz Azka Mualana
Ibnu Al Ghifari
Riska Lusiana
Bidang Komunikasi dan Informasi:
Luthviatul Fitriya Rhamadhani (Koordinator)
Salma Dwi Nur Mukharomah
Nabila Tasya Rahmadani
Ahmad Ashiful Falah
Hanny Andiana Herlinda
Marsha Alivia Putri
Bidang Sosial dan Kemasyarakatan:
M. Alif Muzakky (Koordinator)
Salwa Dwi Nur Mukharomah
Alfiana Eka Agustina
Ahmat Saifuddin
Qurrotul A’yun
Zalfa
Aulia Pramesti Cahyani
M. Aidil Maghfur
Mulia Insani
Ahmad Rizki Father Rozi
Sania Huzaiya
Rizki Rahmawati



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.