Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional atau Albasira International Quran Memorization Competition for the Blind 2025. Foto Kemenag.
EDUKASIA.ID - Ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional atau Albasira International Quran Memorization Competition for the Blind 2025 resmi melahirkan para juara. Kompetisi yang mempertemukan 15 peserta dari 12 negara ini menjadi panggung bagi para penghafal Al-Qur’an penyandang disabilitas netra untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Berikut para pemenang dari tiap cabang lomba:
Cabang Hafalan 30 Juz dengan Matan Al-Jazariyah- Juara I Jihad Al-Maliki (Arab Saudi)
- Juara II Muhammad Fadhl Halim (Pakistan)
- Juara III Zhafran Muhammad Syu’i (Yaman)
- Juara I Ahmad Jar Allah ‘Abdurrahman (Iraq)
- Juara II Yusuf As-Sayyid ‘Abdul-Mu’thi (Mesir)
- Juara III Jabir Bilhadif (Maroko)
- Juara I Zahra Khalili (Iran)
- Juara II Hibah Ash-Shafadi (Arab Saudi)
- Juara III Malak Al-Hasyisyah (Tunisia)
- Juara I Amir Hadi (Iran)
- Juara II Rayhan Ahmad Maulana (Indonesia)
- Juara III Muhammad Hamid Al-Amin (Libya)
- Juara I Muhammad Abu Bakr (Pakistan)
- Juara II ‘Utsman Bah (Senegal)
- Juara III Hawwa Muhammad Tsani (Nigeria)
Dalam sambutannya, Menag memberikan apresiasi khusus bagi seluruh peserta.
“Kepada semua peserta, saya ucapkan selamat atas pencapaiannya. Terlepas dari apakah Anda meraih gelar juara atau tidak, menurut saya Anda semua tetaplah pemenang sejati,” ujarnya.
Ia juga menekankan kekuatan keimanan yang menjadi sumber ketangguhan para peserta. “Ketika seseorang menyandarkan dirinya kepada kekuatan iman dan cahaya wahyu, maka potensi manusia tersebut tidak akan terbatas. Dan inilah salah satu keajaiban yang ada di dalam Al-Qur'an,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Syekh Muhammad bin Abdulkarim Al-Issa, turut menyampaikan apresiasi. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad tentang kemuliaan orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.
“Saya memuji pertemuan ini, pertemuan para orang-orang mulia dan terkasih ini, yaitu para penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Syekh Al-Issa menyebut kompetisi ini sebagai momen yang patut dirayakan karena mendorong pembelajaran dan pembacaan Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa Liga Muslim Dunia membuka pintu bagi berbagai gagasan yang bisa memperkuat pengabdian terhadap Al-Qur’an dan Sunnah.
“Liga Muslim Dunia akan dengan senang hati menerima visi, ide, dan saran yang akan memotivasi dan mendukung kami dalam mengabdikan Al-Qur'an dan Sunnah,” tutupnya.
Ia juga menekankan kekuatan keimanan yang menjadi sumber ketangguhan para peserta. “Ketika seseorang menyandarkan dirinya kepada kekuatan iman dan cahaya wahyu, maka potensi manusia tersebut tidak akan terbatas. Dan inilah salah satu keajaiban yang ada di dalam Al-Qur'an,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Syekh Muhammad bin Abdulkarim Al-Issa, turut menyampaikan apresiasi. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad tentang kemuliaan orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.
“Saya memuji pertemuan ini, pertemuan para orang-orang mulia dan terkasih ini, yaitu para penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Syekh Al-Issa menyebut kompetisi ini sebagai momen yang patut dirayakan karena mendorong pembelajaran dan pembacaan Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa Liga Muslim Dunia membuka pintu bagi berbagai gagasan yang bisa memperkuat pengabdian terhadap Al-Qur’an dan Sunnah.
“Liga Muslim Dunia akan dengan senang hati menerima visi, ide, dan saran yang akan memotivasi dan mendukung kami dalam mengabdikan Al-Qur'an dan Sunnah,” tutupnya.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.