Salah satu kitab pegon MI Miftahul Akhlaqiyah. Foto ist.
Semarang, EDUKASIA.ID – Untuk membekali siswa dalam menghadapi berbagai pilihan pendidikan lanjutan, terutama di lingkungan pondok pesantren, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah mengintegrasikan mata pelajaran Pegon sebagai muatan lokal wajib bagi siswa kelas 4, 5, dan 6.
Pegon merupakan sistem tulisan beraksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa, dengan penyesuaian huruf dan tanda baca tertentu.
Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif’an Ulil Huda, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh kecenderungan lulusan madrasah yang banyak melanjutkan pendidikan ke pesantren.
“Lulusan MI Miftahul Akhlaqiyah banyak yang diterima di pesantren kitab maupun pesantren tahfidz. Di sisi lain, tidak sedikit juga yang melanjutkan ke sekolah-sekolah umum favorit. Pegon kami berikan untuk kebutuhan ke depan anak-anak, selebihnya seleksi alam dan preferensi studi lanjutan yang akan menentukan,” ujar Rif’an, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, dengan memahami Pegon sejak dini, siswa tidak akan mengalami kesulitan adaptasi ketika memasuki lingkungan pesantren yang menggunakan kitab kuning sebagai rujukan utama pembelajaran.
Kurikulum Pegon di MI Miftahul Akhlaqiyah disusun secara bertahap sesuai jenjang kelas. Pada kelas 4, siswa dikenalkan dengan huruf Arab Pegon, kaidah penulisan, pemberian harakat atau pethet, serta latihan menulis kalimat sederhana.
Sedangkan pada kelas 5, pembelajaran diarahkan pada praktik pemaknaan teks melalui kitab Ngudi Susilo. Sementara pada kelas 6, siswa mulai mengaji dan memaknai kitab Aqidatul Awwam sebagai tahap aplikasi.
Untuk mendukung penguatan materi, madrasah juga membiasakan tradisi Lalaran, yakni melantunkan bait-bait nazhom secara bersama-sama setiap Sabtu setelah salat Dhuha berjamaah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas atas.
Menurut Rif’an, pembelajaran Pegon tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis teks keagamaan, tetapi juga melatih ketekunan, kesabaran, dan fokus siswa dalam proses belajar.



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.