Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Siham Hamda Zaula Mumtaza. Foto UGM.
Yogyakarta. EDUKASIA.ID – Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Siham Hamda Zaula Mumtaza, berhasil menjalani sidang skripsi, Kamis, 29 Januari 2026.
Mahasiswa angkatan 2019 ini merupakan penyandang Autis Asperger dan selangkah lagi meraih gelar Sarjana Peternakan.
Sidang skripsi digelar di salah satu ruang kuliah Fakultas Peternakan UGM. Siham mempertahankan skripsi berjudul “Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM”.
Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPP., serta Ir. Hamdani Maulana, S.Pt., M.Sc., IPP.
Usai sidang, Siham mengaku lega meski masih menerima sejumlah revisi minor. Tahapan ini membuatnya kian dekat dengan impian menyandang gelar sarjana.
Siham memilih Program Studi Ilmu Peternakan karena latar belakang keluarganya di Jepara yang telah beternak kambing dan domba sejak 2017. Pada penelitian akhir, ia mengamati domba ekor tipis selama 30 hari berturut-turut.
“Kesulitannya justru di pengolahan data menggunakan SPSS karena itu hal baru bagi saya, jadi hampir tiga bulan saya belajar untuk menunjang penelitian,” ungkapnya, Jumat 30 Januari 2026.
Perjalanan kuliah Siham tidak selalu berjalan mulus. Ia menjalani perkuliahan daring dalam waktu cukup panjang dan baru kembali mengikuti perkuliahan luring pada semester tujuh, dilanjutkan dengan magang dan penyusunan skripsi.
Kendala komunikasi menjadi tantangan terbesar selama kuliah, terutama saat praktikum. Dalam beberapa kesempatan, Siham memerlukan pendampingan untuk membantu proses pengarahan.
Di luar akademik, Siham aktif di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM sejak semester satu. Ia merasa terbantu karena bisa berbagi pengalaman dengan sesama mahasiswa penyandang disabilitas.
“Di sini kami saling membantu. Setiap tahun ajaran baru selalu ada mahasiswa difabel baru, saya sering bertugas mengenalkan dan berbagi cerita ke mereka,” tuturnya.
Menjelang kelulusan, Siham menyampaikan pesan kepada mahasiswa penyandang disabilitas agar tetap menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
“Pokoknya teman-teman disabilitas jangan putus asa dan jangan gampang down,” tegasnya.
Mahasiswa asal Jepara ini merupakan penerima beasiswa Bidikmisi dan telah didiagnosis Autis Asperger sejak sekolah dasar. Ia memiliki sensitivitas terhadap suara keras atau bentakan.
Dosen pembimbing skripsi, Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., menilai Siham sebagai mahasiswa yang tekun dan detail dalam penelitian.
“Hal-hal detail yang mungkin terlewat oleh orang lain, Siham justru mampu memahami dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, motivasi Siham tergolong tinggi meski proses penulisan skripsi membutuhkan pendampingan lebih panjang. Dukungan keluarga dan keterlibatan di Unit Layanan Disabilitas UGM turut mendukung kelancaran studinya.
Ia menambahkan, motivasi Siham tergolong tinggi meski proses penulisan skripsi membutuhkan pendampingan lebih panjang. Dukungan keluarga dan keterlibatan di Unit Layanan Disabilitas UGM turut mendukung kelancaran studinya.



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.