Tunjangan Guru Dipastikan Berlanjut pada 2026

Arifah
0
Kegiatan belajar dan mengajar. Foto Kemendikdasmen.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Tunjangan guru dipastikan berlanjut hingga 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan penyaluran berbagai tunjangan dan bantuan tetap berjalan untuk menjaga kesejahteraan dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia.

Sepanjang 2025, Kemendikdasmen menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru. Selain itu, Tunjangan Khusus Guru (TKG) diberikan kepada lebih dari 57 ribu guru, serta Tambahan Penghasilan kepada lebih dari 191 ribu guru.

Perhatian juga diberikan kepada guru non-ASN. Tahun lalu, lebih dari 400 ribu guru non-ASN menerima TPG. TKG disalurkan kepada lebih dari 43 ribu guru, Bantuan Insentif kepada lebih dari 365 ribu guru, serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada lebih dari 253 ribu guru PAUD nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.

” Kemendikdasmen terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan pendidik dan pembangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, “ungkap Direktur Jenderal Guru, Tenaga Pendidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Komitmen tersebut dilanjutkan pada 2026. Kemendikdasmen menaikkan nominal Bantuan Insentif guru dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per orang per bulan, dengan target penerima sebanyak 798.905 guru.

“Kenaikan ini menurutnya diharapkan akan mendorong profesionalisme guru, peningkatan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas, “kata Nunuk.

Selain kesejahteraan, Kemendikdasmen juga melanjutkan Program Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru untuk memperkuat kompetensi akademik pendidik.

“Kesejahteraan guru merupakan fondasi dasar dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” pungkas Dirjen Nunuk.

Dampak kebijakan ini dirasakan langsung di lapangan. Ismi Ifarianti, guru TK Negeri Bendungan Hilir, Jakarta, mengaku terbantu dengan penyaluran tunjangan yang diterimanya.

“Bantuan ini membantu meringankan kebutuhan saya sehari-hari, memberikan ketenangan, menjadi fokus dan lebih semangat mendampingi anak-anak sekolah kami untuk belajar dan tumbuh berkembang. Perkembangan baik juga sangat saya rasakan dalam proses penyaluran tunjangan ini,” tutur Ismi.

Hal serupa disampaikan Tiar Krisnawan, guru SD Negeri Cimone 3, Tangerang, Banten.

“Dengan tunjangan ini kami merasa lebih dihargai, termotivasi untuk berkembang, dan memenuhi kebutuhan hidup secara jauh lebih baik,” ujar Tiar.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top