Usai Kasus Unima, Ini Tips Hadapi Pelecehan Seksual

Ma'rifah Nugraha
0

Ilustrasi. Foto Freepik.

EDUKASIA.ID - Seorang mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), EM, ditemukan tewas di kamar indekosnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa, 30 Januari 2025. EM adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Kasus ini diduga terkait pelecehan seksual yang dialami EM dari seorang dosen di kampus tersebut. Dugaan itu muncul setelah beredar laporan pelecehan seksual yang ditulis EM dalam dua lembar kertas, berisi kronologi kejadian yang dialaminya dan ditujukan kepada kampus.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran dan penanganan terhadap pelecehan seksual. Pelecehan seksual adalah segala bentuk tindakan seksual yang dipaksakan atau diancam, baik secara lisan, fisik, maupun isyarat, yang membuat korban merasa tersinggung, dipermalukan, atau terintimidasi.

Mengutip laman Alo Dokter, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan agar korban tidak berlarut trauma:

1. Berani bertindak saat itu juga

Jika merasa dilecehkan, jangan takut untuk mengambil sikap. Bisa dengan menegur pelaku secara tegas atau menjauh mencari tempat aman. Mintalah bantuan orang sekitar atau hubungi pihak berwenang jika perlu.

2. Ceritakan kepada orang terdekat

Menghadapi trauma seorang diri sangat berat. Ceritakan kejadian kepada orang yang dipercaya. Mereka bisa memberi dukungan dan menemani korban melapor ke pihak berwenang, dokter, atau psikolog.

3. Ikuti konseling kejiwaan

Pelecehan seksual bisa menimbulkan gangguan psikologis, seperti trauma, stres berat, gangguan cemas, atau gangguan tidur. Konseling dengan psikolog atau psikiater membantu memulihkan kondisi mental melalui psikoterapi.

4. Laporkan ke pihak berwenang

Langkah paling penting adalah melapor ke polisi. Wanita korban kekerasan seksual bisa mendapat bantuan Komnas Perempuan, sedangkan anak-anak bisa mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ceritakan secara jelas tempat, waktu, dan ciri-ciri pelaku, agar proses hukum bisa berjalan dan pelaku tidak mengulangi perbuatan.

Meski melupakan peristiwa traumatis tidak mudah, langkah-langkah ini membantu korban menghindari masalah kesehatan mental yang lebih serius. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater disarankan untuk penanganan trauma yang tepat.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top