Gerhana Bulan Maghrib Nanti, Dosen Falak Beri Penjelasan

Redaksi
0




Semarang. EDUKASIA.ID - Gerhana bulan akan terjadi pada Senin 3 Maret 2026 petang hingga malam akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Semarang, fase gerhana total berlangsung sesaat setelah masuk waktu Maghrib.

Pengampu Ngaji Mingguan Kitab Falak Khulashotul Wafiyah di Ribath Darul Ifsya', M. Ihtirozun Ni’am, menjelaskan fase gerhana bulan sebagian dimulai pukul 16.50.00 WIB.

Namun saat itu posisi bulan masih berada di bawah ufuk.

“Mulai gerhana bulan total pukul 18.04.26 WIB. Di wilayah Semarang, ini terjadi kurang lebih tiga menit setelah masuk waktu Maghrib,” ujarnya.

Dosen Falak UIN Walisongo itu menjelaskan, puncak gerhana bulan total terjadi pukul 18.33.37 WIB, sebelum Isya’.

Fase total berakhir pukul 19.02.45 WIB, sedangkan akhir fase gerhana bulan sebagian pukul 20.17.10 WIB.

Ia menegaskan, salat gerhana dapat dilakukan sampai sebelum pukul 20.17.10 WIB. Pelaksanaannya bisa setelah Maghrib, sebelum Isya’, atau setelah Isya’.

Jika dikhawatirkan setelah tarawih waktu gerhana telah berakhir, maka dapat dilakukan sebelumnya.

Menurutnya, salat gerhana lebih utama dilaksanakan secara berjamaah. Namun apabila di masjid lingkungan tidak diselenggarakan, umat Islam tetap dapat melaksanakannya sendiri di rumah dan tetap bernilai sunnah.

Secara sains, gerhana bulan memiliki durasi yang relatif lama dan dapat diamati dari wilayah yang sedang mengalami malam hari saat fase gerhana berlangsung.

Pada fase total, bulan akan tampak kemerah-merahan karena pengaruh atmosfer Bumi terhadap cahaya yang sampai ke permukaan bulan.

Ia menambahkan, efek atmosfer ini juga berpengaruh terhadap kenampakan hilal. Hilal perlu mencapai ketinggian tertentu agar relatif terbebas dari gangguan atmosfer sehingga peluang terlihatnya semakin besar.

Karena itu, parameter ketinggian hilal diperlukan dalam prediksi kenampakan.

Secara syar’i, fenomena gerhana menjadi pengingat bahwa matahari dan bulan tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri. “Semua tunduk pada kuasa Allah. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in,” tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top