Wah! Penerima KIP Kuliah di Kemenag Terus Naik

Ma'rifah Nugraha
0
Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Foto Kemenag.

Palembang. EDUKASIA.ID – UIN Raden Fatah Palembang mencatat peran penting dalam mendukung mahasiswa kurang mampu melalui Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah).

Pada 2025, kampus ini merekrut ratusan mahasiswa penerima KIP-K dari berbagai daerah di Sumatera.

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Syahril Jamil, M.A, mengatakan pihaknya menerima 400 mahasiswa penerima KIP Kuliah pada 2025. Mereka berasal dari Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, hingga sejumlah daerah lainnya.

Menurut Syahril, para penerima KIP-K merupakan mahasiswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Penerima KIP-K Tahun 2025, lanjut Syahril Jamil, adalah mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi tetapi berpotensi melanjutkan studi, agar mereka menjadi manusia-mansia sebagai agen Pembangunan,” ujarnya, dikutip dari laman Kemenag Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar UIN Palembang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa penerima KIP-K yang didampingi orang tua dengan pengelola Ma’had Al-Jami’ah, sebagai bagian dari pembinaan karakter dan akademik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kementerian Agama, Ruchman Basori. Dalam kesempatan itu, Ruchman memaparkan perkembangan jumlah penerima KIP-Kuliah secara nasional.

“Jumlah mahasiswa penerima KIP-K secara nasional pada Kementerian Agama pada 2025 berjumlah 27.086 orang dan naik pada 2026 menjadi 34.653 mahasiswa,” kata Ruchman.

Ia menyebutkan, sejak 2025 pengelolaan KIP Kuliah di lingkungan Kemenag dialihkan dari unit eselon I ke Puspenma Setjen. Selain KIP-Kuliah, Puspenma juga menangani Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pendidikan dasar dan menengah keagamaan.

Ruchman mengapresiasi langkah UIN Raden Fatah Palembang yang melibatkan orang tua atau wali mahasiswa penerima KIP-Kuliah. Menurutnya, pola komunikasi semacam ini penting untuk memastikan keberhasilan studi mahasiswa.

Apalagi, para penerima KIP-Kuliah tersebut juga menjalani pembinaan sebagai mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah.

Ruchman menilai Ma’had Al-Jami’ah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif, dan toleran.

“Mahasiswa yang cerdas penting, tetapi tak kalah pentingnya adalah lahirnya profil mahasiswa yang berkarakter, bermoral dan berakhlak. Kita titipkan kepada para kyai dan dosen Ma’had Al-Jamiah Perguruan Tinggi,” ujar Ruchman.

“Ma’had Al Jami’ah adalah kawah candradimuka menggembeleng intelektual dan karakter calon cendekiawan untuk menjawab masa depan Indonesia,” sambungnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Raden Fatah Palembang, Munir, menekankan pentingnya etika dan sikap hidup sederhana bagi mahasiswa penerima KIP-Kuliah.

“Para mahasiswa tidak boleh berprasangka butuk kepada para dosennya, karena akan menyebabkan ilmunya kurang bermanfaat”, kata Munir.

“Kami UIN Palembang menganggap Ma'had Al Jami'ah sangat penting, termasuk bagi mahasiswa KIP Kuliah, karena harus menjadi orang yang pintar di satu sisi dan berakhlak di sisi lainnya”, tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top