Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka peluang bagi delapan mahasiswa asal Gaza, Palestina. Foto UGM.
EDUKASIA.ID - Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka peluang bagi delapan mahasiswa asal Gaza, Palestina, untuk melanjutkan pendidikan. Saat ini, mereka tengah mengikuti proses seleksi masuk UGM.
Para mahasiswa tersebut merupakan korban konflik perang di Gaza yang membuat pendidikan mereka terhenti.
“Salah satu dari mahasiswa tersebut bernama Dina, mahasiswa kedokteran asal Al-Azhar University Gaza yang terpaksa terhenti pada 2023, sebab kampusnya menjadi sasaran bom hingga hancur lebur,” kata Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata saat menyampaikan Laporan Dekan dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis FK-KMK UGM ke-80, Kamis, 5 Mare 2026.
Menurut Yodi, langkah ini menjadi bagian dari upaya membantu kebangkitan pendidikan kedokteran dan kesehatan bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik.
“Cerita Dina dan teman-temannya tersebut merupakan satu sekian banyak catatan yang mewarnai fakultas ini dalam mencerdaskan dan memajukan kesehatan bangsa dan dunia,” ungkapnya.
Selain membuka kesempatan bagi mahasiswa dari Palestina, FK-KMK UGM juga berkomitmen memberikan akses pendidikan bagi mahasiswa dari wilayah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar.
Yodi mencontohkan kisah dr. Merlins Renatasia Waromi yang berasal dari Serui, Kabupaten Yapen, Papua. Ia tercatat sebagai lulusan tercepat pada jenjang pendidikan dokter spesialis di FK-KMK UGM.
Dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 12 hari, Merlins berhasil menyelesaikan pendidikan spesialis mikrobiologi klinik.
FK-KMK UGM juga turut mendampingi Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih Papua dalam merintis pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis.
“Alhamdulillah bulan lalu, kita turut menorehkan sejarah, saat FK Uncen meluncurkan PPDS pertama di tanah Papua, PPDS anestesi,” jelas Yodi.
Di sisi lain, fakultas ini juga terus mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang kesehatan. Menurut Yodi, berbagai inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam penyelesaian persoalan kesehatan.
FK-KMK juga menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Salah satunya melalui keterlibatan dalam penanganan korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
“Hal ini turut meningkatkan kapasitas dan reputasi yang di bangun dalam manajemen bencana kesehatan semakin diakui dunia,” ungkapnya.
Dalam lima tahun terakhir, FK-KMK juga mencatat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Persentase doktor meningkat dari 47 persen menjadi 51 persen.
Jumlah guru besar juga mengalami kenaikan, dari 8,1 persen pada 2021 menjadi 9,47 persen pada 2025. Selain itu, dosen dan tenaga pendidik meraih berbagai penghargaan, termasuk Anugerah UGM, Ambassador Award, dan World Top 2% Scientist.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Yogyakarta, Dr. dr. H. Hasto Wardoyo menyoroti pentingnya pendekatan kebijakan sosial dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Ia menilai berbagai persoalan kesehatan, mulai dari kebersihan lingkungan, fasilitas publik, hingga stunting, membutuhkan langkah yang lebih besar dari sekadar inovasi.
“Jika kita membuat inovasi, harapannya juga revolusioner bisa mendobrak tatanan sekaligus dapat merubah mindset,” terangnya.
Sementara itu, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas perjalanan delapan dekade FK-KMK UGM.
“Selamat FK-KMK merayakan Dies ke-80 dan ini menjadi doa sekaligus harapan agar setiap karya yang diukir bisa menjadi kekuatan dan penentu arah perkembangan pendidikan serta pelayanan kesehatan negeri ini,” pungkas Ova.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.