Pemred EDUKASIA.ID, HM. Miftahul Arief saat penandatangan MoU dengan LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah, Selasa 3 Maret 2026. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID - Sebagai bagian dari penguatan sinergi publikasi pendidikan, EDUKASIA.ID menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah, Selasa 3 Maret 2026.
Pemimpin Redaksi EDUKASIA.ID, HM. Miftahul Arief menyampaikan, kolaborasi ini selaras dengan posisi EDUKASIA.ID sebagai referensi diskusi edukasi yang berupaya menghadirkan pemberitaan berbasis gagasan dan praktik baik pendidikan.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga merawat ruang dialog yang sehat tentang arah dan kualitas pendidikan.
“Kerja sama ini kami maknai sebagai ikhtiar memperluas jangkauan praktik baik pendidikan, agar tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi dapat diakses dan menjadi bahan pembelajaran publik,” ujar HM. Miftahul Arief.
Ia menambahkan, selama ini EDUKASIA.ID juga telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan komunitas literasi dalam penguatan publikasi, diskusi, maupun program edukatif.
Jejaring tersebut, beber Arief, menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi pendidikan yang kredibel dan berkelanjutan.
“EDUKASIA.ID terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian pada penguatan literasi, pendidikan karakter, dan pengembangan sumber daya manusia. Semakin luas kolaborasi, semakin kuat pula kontribusi yang bisa diberikan bagi dunia pendidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani menyatakan, pelibatan media menjadi bagian penting dalam membangun citra positif lembaga sekaligus memperluas dampak program pendidikan.
“Ma’arif bukan hanya bergerak di ruang kelas, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan karakter yang kuat. Media memiliki peran strategis untuk menyampaikan praktik baik tersebut kepada masyarakat luas,” ujar Fakhruddin.
Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, Hamidulloh Ibda menyebut sinergi ini merupakan kelanjutan kerja sama yang telah dirintis sejak 2025. Dari semula 14 media, kini berkembang menjadi 19 media partner.
Ia mengatakan, sejak kepengurusan 2024 sampai awal 2026, sudah terkliping 1500 lebih berita yang sudah terbit. Hal itu menurut dia, tidak sekadar angka kuantitatif, namun menjadi bagian dari ikhtiar bahwa segala hal baik di Ma'arif maupun NU Jateng harus disyiarkan kepada publik.
“Ini bukti bahwa kolaborasi kita bertumbuh. Sinergi media bukan sekadar publikasi seremonial, tetapi bagian dari gerakan literasi dan penguatan narasi pendidikan karakter Ma’arif di ruang publik,” ungkapnya.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.