Mahasiswa Indonesia di Tunisia menggelar Safari Ramadan 1447 H saat Tarawih Keliling di sejumlah masjid bersejarah di masjid Jami’ Zaitunah, Kota Tunis.
Penulis : Muttaqin Hidayahtullah, mahasiswa University of Tunis El-Manar Tunisia.Tunis. EDUKASIA.ID - Bagi mahasiswa yang menempuh studi jauh dari tanah air, Ramadan sering menghadirkan rasa rindu yang berbeda. Namun suasana itu justru menjadi alasan bagi mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk menghadirkan kebersamaan melalui program Safari Ramadan yang dikemas dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling).
Kegiatan ini digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia melalui Panitia Ramadan 1447 Hijriah. Selain menjadi sarana ibadah, program tersebut juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai kampus di Tunisia.
Mengusung tema “Bulan Penuh Berkah”, Safari Ramadan diisi dengan kegiatan salat tarawih berjamaah di sejumlah masjid di Kota Tunis. Para mahasiswa tidak hanya beribadah bersama, tetapi juga berkesempatan mengenal lebih dekat masjid-masjid yang memiliki nilai sejarah dalam perkembangan Islam di Tunisia.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 25 Februari 2026 yang bertepatan dengan 5 Ramadan di Jami’ Jamiiz, kawasan Bab Jariqha. Malam pertama itu menjadi titik awal berkumpulnya mahasiswa Indonesia untuk melaksanakan tarawih bersama.
Suasana ibadah berlangsung khusyuk. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dalam salat tarawih menghadirkan ketenangan sekaligus memperkuat kebersamaan di antara para jamaah yang hadir.
Pertemuan berikutnya digelar pada 2 Maret 2026 (12 Ramadan) di Jami’ Hawa. Antusiasme mahasiswa Indonesia tetap terasa. Selain melaksanakan ibadah, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk saling berbagi cerita mengenai pengalaman hidup dan belajar di perantauan.
Ketua Panitia Ramadan PPI Tunisia, Desandri Al-Ghifari, mengatakan kegiatan Safari Ramadan menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk lebih mengenal lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
“Kegiatan Safari Ramadan ini menjadi momentum bagi kita sebagai mahasiswa Indonesia untuk lebih mengenal Tunisia lebih dekat. Kami dari Panitia Ramadan sangat antusias menjadi penanggung jawab kegiatan ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini mahasiswa Indonesia di Tunisia dapat meningkatkan tingkat keimanannya,” ujarnya kepada EDUKASIA.ID.
Kegiatan kemudian berlanjut pada 6 Maret 2026 (16 Ramadan) di Jami’ Azzatunah Al Barrani, yang berada di kawasan Bab Bahr dekat kota tua Tunis. Masjid ini dikenal memiliki nilai historis karena berada di kawasan yang sejak lama menjadi pusat kebudayaan Islam di Tunisia.
Salat tarawih di tempat tersebut memberi pengalaman spiritual tersendiri bagi para mahasiswa. Mereka tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga merasakan atmosfer sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Tarawih Keliling dilanjutkan pada 10 Maret 2026 (20 Ramadan) di Jami’ Al Ahmadi kawasan Lamarsa. Pada fase ini, suasana Ramadan terasa semakin mendalam karena umat Islam mulai memasuki malam-malam yang diyakini penuh keutamaan.
Rangkaian Safari Ramadan kemudian ditutup pada 16 Maret 2026 (26 Ramadan) di Jami’ Zaitunah, salah satu masjid paling bersejarah di Tunisia yang dikenal sebagai pusat keilmuan Islam sejak berabad-abad lalu.
Wakil Ketua PPI Tunisia, Fairus Ramadhan, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan semangat spiritual mahasiswa Indonesia selama bulan Ramadan.
“Kegiatan ini kami buat supaya menjadi sarana dalam meningkatkan semangat spiritualitas mahasiswa Indonesia di Tunisia pada saat bulan Ramadan ini. Semoga kegiatan ini bisa membawa kebaikan bagi diri kita dan menjadikan kita sebagai manusia yang terus berupaya meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” katanya.
Bagi mahasiswa Indonesia di Tunisia, Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda ibadah rutin. Di tengah kehidupan perantauan yang penuh tantangan akademik dan sosial, kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat solidaritas antarmahasiswa.
Melalui Tarawih Keliling, mereka tidak hanya melaksanakan ibadah, tetapi juga menjaga ikatan persaudaraan sebagai sesama pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri orang. Kebersamaan itu pula yang membuat Ramadan tetap terasa hangat, meski jauh dari kampung halaman.



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.