Taufik: Anak Petani Jadi Lulusan Terbaik UIN Alauddin dengan IPK 3,99

Arifah
0

Taufik Hidayat, lulusan terbaik. Foto UIN Alauddin

EDUKASIA.ID - Prestasi membanggakan datang dari Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Angkatan 117 di UIN Alauddin Makassar, Rabu, 1 April 2026.

Seorang mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, Taufik Hidayat, berhasil keluar sebagai lulusan terbaik pertama.

Ia mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,99. Tak hanya itu, masa studinya juga terbilang singkat, hanya 3 tahun 4 bulan.

Di balik capaian tersebut, Taufik menyimpan cerita perjuangan yang tidak sederhana. Ia berasal dari Kabupaten Luwu, dari keluarga dengan latar belakang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai petani, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi kekuatan dalam menjalani proses pendidikan.

"Didikan orang tua yang menekankan kerja keras dan pentingnya pendidikan menjadi motivasi utama saya. Kondisi keluarga membentuk saya menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan menghargai setiap kesempatan yang ada," ungkapnya.

Selama kuliah, Taufik tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif di berbagai kegiatan kampus, mulai dari Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Wasathiyah, kepanitiaan, hingga kegiatan sebagai penggiat alam.

Ia mengaku kunci utama untuk menyeimbangkan aktivitas tersebut adalah pengelolaan waktu yang disiplin. Taufik menerapkan skala prioritas harian dan terbiasa menyelesaikan tugas lebih awal agar tidak bentrok dengan kegiatan organisasi.

Soal strategi belajar, ia menghindari kebiasaan belajar mendadak. Taufik lebih memilih belajar secara konsisten dengan merangkum materi menggunakan bahasanya sendiri.

"Jangan menunda tugas, pahami konsep dasar dan cari metode belajar yang paling cocok dengan diri sendiri," jelasnya.

Menjelang akhir wawancara, Taufik juga berbagi pesan bagi mahasiswa lain yang masih menjalani proses perkuliahan. Ia menekankan pentingnya fokus pada perjalanan masing-masing.

"Tetap semangat dan konsisten dalam menjalani proses. Tidak perlu terlalu membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap orang punya perjalanan masing-masing. Yang penting adalah terus belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah," pungkasnya dengan optimis.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top