Program Studi TI UIN Walisongo menjalin kerja sama dengan PT BLTI untuk memperkuat magang, pengembangan laboratorium, hingga kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri digital. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID - Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang memperkuat kolaborasi dengan dunia industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Bukit Limau Teknologi Indonesia (BLTI), Kamis (21/5/2026). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kompetensi mahasiswa, magang industri, kerja praktik, hingga penguatan laboratorium pembelajaran berbasis kebutuhan industri.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo, Prof Dr H Fatah Syukur MAg, menilai perguruan tinggi perlu lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
“Sudah waktunya kampus keluar dari zona nyaman. Dunia berubah sangat cepat, dan pendidikan tinggi tidak boleh berjalan lambat. Jika kampus hanya mengajarkan teori tanpa membangun pengalaman nyata bersama industri, maka industri akan mencari talenta dari tempat lain,” ujarnya.
Menurutnya, kemitraan antara kampus dan industri menjadi langkah strategis agar lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan bersaing di ekosistem teknologi yang terus berubah.
Kerja sama antara Prodi Teknologi Informasi UIN Walisongo dan PT BLTI disebut telah berjalan sebelum penandatanganan resmi dilakukan. Bentuk kolaborasi sebelumnya meliputi program kerja praktik, magang industri, hingga penyerapan alumni di perusahaan tersebut.
Direktur PT Bukit Limau Teknologi Indonesia, Shidqi Mukhtar, mengatakan industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan teknologi.
“Industri tidak lagi hanya mencari ijazah. Industri mencari problem solver, inovator, dan talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Karena itu, kampus dan industri tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Sebagai tindak lanjut kerja sama, PT BLTI menyerahkan dukungan pengembangan laboratorium berupa 20 unit router dan 20 unit switch kepada Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo.
Ketua Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo, Dr Khotibul Umam ST MKom, menyebut laboratorium kampus perlu dikembangkan agar mendekati kondisi kerja di industri.
“Kami ingin mahasiswa belajar dengan ekosistem yang mendekati realitas industri. Mereka harus terbiasa membangun jaringan, melakukan troubleshooting, memahami keamanan sistem, dan bekerja dengan standar teknologi yang benar-benar digunakan di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan kerja sama ke depan diarahkan pada pengembangan program praktisi mengajar, sertifikasi jaringan, sinkronisasi kurikulum industri, riset terapan, hingga pengembangan teaching factory berbasis teknologi informasi.
Kolaborasi kampus dan industri dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem talenta digital nasional di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja bidang teknologi informasi.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.