Lulusan Terbaik Unesa Ini Buktikan Hobi Bisa Jadi Prestasi

Arifah
0

Tabitha Ayu Putri Ning Bestari: Foto Unesa.

Surabaya. EDUKASIA.ID - Dari hobi menggambar sejak kecil, Tabitha Ayu Putri Ning Bestari membuktikan jalan sukses bisa datang dari ketekunan.

Mahasiswi asal Surabaya ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Vokasi dalam wisuda ke-119 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 29 April 2026 dengan IPK nyaris sempurna, 3,96.

Bakat seni Bitha panggilan akrabnya sudah terlihat sejak kecil. Ia tumbuh di keluarga yang dekat dengan dunia seni, mulai dari menggambar, menari, hingga bermusik. 

Meski sempat mengambil jurusan IPA saat SMA, ia akhirnya kembali ke minatnya dengan memilih Desain Grafis saat kuliah.

"Saya pilih Desain Grafis karena ingin banyak praktik dan langsung kerja di perusahaan. Saya juga ingin belajar bagaimana seni digabung dengan teknologi," kata anak ketiga dari pasangan Bapak Edhy Triono dan Ibu Catur Ning Sudarbi itu, ditulis Selasa, 5 Mei 2026.

Namun, perjalanan kuliahnya tidak langsung mulus. Ia harus beradaptasi dengan dunia desain digital yang belum dikuasainya, berbeda dengan teman-temannya lulusan SMK yang sudah lebih siap.

“Awal kuliah tantangannya berat karena teman-teman SMK sudah punya dasar desain digital. Saya harus berusaha mengejar setiap tugas supaya tidak ketinggalan,” tuturnya.

Kerja keras itu dibuktikan lewat berbagai aktivitas di luar kelas. Selama 3,5 tahun kuliah, ia mengikuti magang di PT SIER dan terlibat membantu warga Kampung Dolanan Sidoarjo mengembangkan desain kemasan mainan tradisional agar lebih menarik.

Tak hanya itu, Bitha juga menorehkan prestasi. Ia pernah menjuarai lomba poster tingkat nasional dan karyanya tampil dalam pameran internasional bersama peserta dari berbagai negara.

Di tengah proses akademik, ia juga sempat menghadapi kendala kesehatan. Saat menyusun tugas akhir, Bitha didiagnosis GERD dan harus bolak-balik dari rumah ke kampus. Meski begitu, ia tetap menyelesaikan studinya.

Sebagai tugas akhir, ia menciptakan buku gambar pintar untuk anak SD. Buku tersebut unik karena jika disensor memakai HP (scan QR Code), akan muncul animasi dan lagu yang mengajak anak-anak untuk tidak buang sampah sembarangan.

Setelah lulus, Bitha berencana bekerja di perusahaan kreatif sambil menabung untuk melanjutkan pendidikan. Ia pun membagikan pesan untuk teman-temannya yang masih berjuang.

“Pasang target setinggi mungkin dan selalu ingat Tuhan. Kalau sudah punya cita-cita, jangan takut melangkah. Setiap usaha pasti ada hasilnya,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top