Burhanuddin Muhtadi mengapresiasi ekosistem riset Agung Putra University. Menurutnya, APU memiliki fasilitas lengkap yang mendukung lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan entrepreneurship. Foto IG APU University.
Semarang. EDUKASIA.ID – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Prof. Dr. Burhanuddin Muhtadi, mengapresiasi ekosistem riset yang dikembangkan Agung Putra University (APU). Hal itu disampaikannya dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi Agung Putra University baru-baru ini.
Dalam video tersebut, Burhanuddin mengaku memperoleh kesempatan melihat secara langsung berbagai aktivitas riset yang dikembangkan di lingkungan kampus.
"Ini kesempatan luar biasa menyaksikan riset-riset terbaru dan tercanggih diproduksi di kampus ini," ujarnya.
Menurutnya, APU memiliki lingkungan akademik yang didukung civitas academica serta jajaran pendidik dan peneliti yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka dunia. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghasilkan inovasi berbasis riset.
Burhanuddin juga menyoroti kelengkapan fasilitas yang dimiliki kampus tersebut. Menurutnya, berbagai sarana pendukung riset dan pengembangan inovasi terintegrasi dalam satu kawasan.
"Ada klinik SCCR dan ada resort-nya, ada farming-nya. Ini satu kompleks yang sangat lengkap, betul-betul menjanjikan satu produksi ilmu pengetahuan dan sekaligus entrepreneurship yang digagas oleh Profesor Agung Putra," katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya membangun perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga mengembangkan ekosistem riset, inovasi, dan kewirausahaan secara terpadu.
Untuk diketahui, Agung Putra University (APU) merupakan perguruan tinggi di Kota Semarang yang mengembangkan pendidikan berbasis riset, teknologi, dan entrepreneurship.
Kampus ini juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai institusi serta menghadirkan beragam fasilitas pendukung pembelajaran dan penelitian.






Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.