Kisah Tiara, Anak Penjual Keripik yang Diterima Kedokteran UGM

Arifah
0

Tiara Julianti. Foto UGM.

EDUKASIA.ID - Tiara Julianti (18) berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi dokter setelah diterima di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Lulusan SMA Negeri 1 Tangerang itu lolos melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU) sekaligus memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen.

Keberhasilan tersebut menjadi kabar membahagiakan bagi Tiara dan keluarganya. Pasalnya, kedua orang tuanya sehari-hari menggantungkan penghasilan dari usaha berjualan keripik, sehingga biaya pendidikan sempat menjadi kekhawatiran.

Di tengah keterbatasan ekonomi, orang tua Tiara tetap meyakini pendidikan sebagai investasi terbaik bagi masa depan anak-anak mereka. Mereka terus memberi dukungan agar putrinya tidak menyerah mengejar impian.

"Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat," ujar Tiara saat ditemui Tim Pemberitaan UGM di Gang Tiger, Teluknaga, Tangerang, Banten, Selasa, 14 Juli 2026.

Impian tersebut tidak diraih secara instan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA, Tiara konsisten mencatatkan prestasi akademik. Di luar pelajaran, ia juga aktif mengikuti berbagai organisasi, lomba, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Beragam pencapaian berhasil ia torehkan, mulai dari mengikuti Olimpiade Biologi, debat, karya tulis ilmiah, hingga meraih Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi bekal untuk membentuk karakter yang disiplin dan pantang menyerah.

Di balik pencapaian Tiara, ada perjuangan kedua orang tuanya yang tak pernah lelah mendampingi. Sang ibu, Siti Rohani (41), setiap hari bangun sebelum subuh untuk menyiapkan bekal sekolah, kemudian membantu suaminya, Sabdi (51), berjualan keripik.

Saat Tiara sempat gagal di salah satu jalur seleksi masuk perguruan tinggi, keduanya tidak membiarkan putrinya larut dalam kekecewaan. Mereka terus memberikan semangat agar kembali mencoba.

"Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai," kata Siti Rohani.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Tiara dinyatakan lolos sebagai mahasiswa Kedokteran UGM. Kabar itu menjadi momen yang tidak akan dilupakan keluarganya.

"Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM," tutur Sabdi.

Kebahagiaan keluarga semakin bertambah setelah Tiara mendapat subsidi UKT penuh dari UGM. Bantuan itu membuat beban biaya kuliah yang sebelumnya menjadi kekhawatiran akhirnya teratasi.

"Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini," ungkap Tiara.

Ke depan, Tiara ingin menjadi dokter yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat. Ia bahkan bercita-cita menjadi dokter spesialis mata karena melihat banyak anak muda yang semakin dekat dengan penggunaan gawai dan kerap mengabaikan kesehatan mata.

Baginya, perjalanan menuju bangku kuliah hanyalah awal. Tiara berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UGM dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ia pun membagikan pesan kepada generasi muda yang sedang mengejar impian.

"Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha," pesannya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top