Ilustrasi. Foto Kemendikdasmen.
EDUKASIA.ID - Orang tua perlu memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak saat berada di sekolah.
Jajanan yang dipilih secara sembarangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama jika kebersihan dan proses pengolahannya tidak terjamin.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk membekali anak dengan pengetahuan sederhana dalam memilih jajanan yang aman. Anak juga perlu dibiasakan memilih makanan yang bersih, matang, dan memiliki kandungan gizi yang baik.
Langkah tersebut dapat dilakukan untuk meminimalkan potensi keracunan maupun gangguan pencernaan pada anak. Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih jajanan sekolah?
Mengutip laman Kemendikdasmen, yuksimak tips memilih pangan jajanan anak sekolah berikut ini:
1. Pilih makanan yang aman dan bersih
Pastikan makanan berada dalam kondisi bersih dan telah dimasak hingga matang.
2. Hindari makanan dengan warna terlalu mencolok
Makanan atau minuman dengan warna yang sangat mencolok sebaiknya dihindari.
3. Batasi makanan cepat saji dan makanan ringan
Jangan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji maupun makanan ringan.
4. Perbanyak makanan tinggi serat dan protein
Pilih makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama yang mengandung serat dan protein.
5. Cukupi kebutuhan air putih
Pastikan anak cukup minum air putih selama beraktivitas di sekolah maupun di rumah.
Kesehatan anak merupakan hal utama agar mereka tetap dapat belajar dan bermain tanpa terganggu berbagai penyakit. Selain memperhatikan jajanan, orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan menjaga kebersihan diri.
Jika anak menunjukkan gejala penyakit, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar dapat memperoleh diagnosis dan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.
Nah, itulah tips yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak memilih jajanan sekolah yang aman dan lebih sehat.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.