Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, ikut bertengger di jajaran tersebut dengan capaian H-Index 27. Foto Kemenag.
EDUKASIA.ID - Lembaga pemeringkatan internasional AD Scientific Index kembali merilis daftar 10 rektor dengan H-Index tertinggi di Indonesia. Tahun ini, nama Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, ikut bertengger di jajaran tersebut dengan capaian H-Index 27.
Dalam daftar tersebut, Rosihon berada sejajar dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi besar di Indonesia. Berikut daftar lengkapnya:
1. Muhammad Yusuf – Politeknik Praktisi Bandung (57)
2. Jamaluddin Jompa – Universitas Hasanuddin (41)
3. Muhammad Ali Fulazzaky – Universitas Djuanda (33)
4. Harun Joko Prayitno – Universitas Muhammadiyah Surakarta (32)
5. Widodo – Universitas Brawijaya (30)
6. Arif Satria – Institut Pertanian Bogor (29)
7. Heri Hermansyah – Universitas Indonesia (28)
8. Azhar Affandi – Universitas Pasundan (27)
9. Rosihon Anwar – UIN Sunan Gunung Djati Bandung (27)
10. Ova Emilia – Universitas Gadjah Mada (25)
AD Scientific Index menilai kinerja akademik para rektor berdasarkan produktivitas riset dan dampaknya, yang dihitung melalui H-Index dan sitasi karya ilmiah para peneliti di tingkat global. Indikator ini menjadi salah satu ukuran pengaruh seorang akademisi dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Masuknya Rosihon dalam daftar 10 besar disebut menjadi bukti penguatan riset di UIN Bandung dalam beberapa tahun terakhir. Kampus tersebut dinilai semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam kontribusi ilmiah, baik nasional maupun internasional.
Rosihon menyambut kabar ini dengan rasa syukur. Ia menyebut capaian tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh sivitas akademika UIN Bandung.
“Dengan mengucapkan rasa syukur alhamdulillah, berkat dorongan dan dukungan dari semua pihak, hari ini saya mendapatkan kabar membahagiakan dari AD Scientific Index," ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen kampus tetap menjaga kekompakan dan komitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman.
"Mari kita luruskan niat karena Allah SWT dan rapatkan barisan untuk terus memberikan manfaat serta berkontribusi bagi kemajuan kampus tercinta. Terima kasih atas ucapan dan doanya. Semoga menjadi berkah bagi kita semua,” tegasnya.
Rosihon, yang juga Guru Besar Ilmu Tafsir, menegaskan UIN Bandung akan terus meningkatkan produktivitas riset agar mampu bersaing di tingkat global.
"Kami akan terus berinovasi dan berupaya mempertahankan kualitas ini pada tahun-tahun mendatang,” lanjutnya.
Di internal kampus, apresiasi mengalir dari para dosen hingga mahasiswa. Prestasi Rosihon dinilai bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga cerminan konsistensi UIN Bandung dalam mengembangkan penelitian dan publikasi ilmiah.
Capaian ini diharapkan bisa memacu semangat sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas riset dan inovasi, menuju kampus yang unggul, integratif, dan berdaya saing global.



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.