Kegiatan belajar dan mengajar. Foto Kemendikdasmen.
Jakarta. EDUKASIA.ID - Setiap 25 November, dunia pendidikan Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Pada 2025, tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” diangkat sebagai pengingat bahwa guru memegang peranan penting dalam membangun generasi penerus bangsa.
Kemendikdasmen menegaskan peran guru kini tak lagi sebatas mengajar materi. Guru diharapkan menjadi teladan, menanamkan karakter, merawat kebhinekaan, sekaligus menumbuhkan daya juang peserta didik. Guru diposisikan sebagai pendamping perjalanan anak Indonesia agar siap menghadapi tantangan zaman.
Pada peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, memaparkan capaian program prioritas selama setahun terakhir. Ia menegaskan keseluruhan program diarahkan untuk kesejahteraan dan profesionalisme guru.
“Tujuan kita dalam semua program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan meningkatkan kompetensi guru, sehingga guru profesional itu bisa terwujud,” ujar Nunuk di Jakarta, Senin, 24 November 2025.
Pertama: Tunjangan Guru ASN Daerah dan Non ASN
TPG untuk guru ASN daerah mencapai 99,7 persen atau Rp69,2 triliun kepada 1.472.687 guru. TKG untuk guru di wilayah 3T menembus Rp1,419 triliun bagi 55.149 guru dengan realisasi 89,10 persen.Untuk guru non ASN, TKG 3T tersalurkan 100,1 persen untuk 26.676 guru senilai Rp371,02 miliar. TPG non ASN juga mencapai 100,1 persen dengan total Rp8,12 triliun bagi 396.342 guru. Bantuan insentif tercatat 94,7 persen, sedangkan Bantuan Subsidi Upah mencapai 92,3 persen bagi 233.770 guru.
“Harapan kita di Hari Guru Nasional ini, semua guru yang berhak bisa menerima tunjangannya,” tambah Dirjen Nunuk.
Kedua: Pendidikan Profesi Guru (PPG)
PPG tahun ini mencatat realisasi melampaui target. Seleksi administrasi mencapai 822 ribu peserta dari sasaran 808 ribu. “Kami turun langsung ke yayasan-yayasan dan daerah 3T, bahkan menyelenggarakan PPG secara luring agar guru dapat mengikuti program ini. Alhamdulillah, target bisa lebih dari 100%,” ujar Nunuk.Ketiga: Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4
Pemerintah menyediakan 12.500 beasiswa melalui rekognisi pembelajaran lampau. Tahun depan disiapkan kuota beasiswa untuk 150 ribu guru.Keempat: Peningkatan Kompetensi Guru
Pelatihan pembelajaran mendalam mencatat 48.472 pendaftar kepala sekolah dan lebih dari 139 ribu guru. Untuk pelatihan coding dan kecerdasan buatan, Kemendikdasmen menggandeng 87 lembaga diklat yang menyasar lebih dari 60 ribu sekolah.Gerakan Numerasi Nasional dan Matematika Gembira telah menjangkau 140 sekolah dan 13 desa, melatih ribuan fasilitator, dan ditargetkan mengimbaskan program kepada puluhan ribu guru TK dan SD.
Penguatan guru BK juga berjalan masif, dengan 1.200 fasilitator nasional dan 14.590 fasilitator daerah telah dilatih, dengan sasaran jangka panjang menjangkau hingga 270 ribu guru.
Di sisi lain, inisiatif STEM 5M tengah disiapkan menuju implementasi penuh pada 2026. Ribuan fasilitator nasional dan daerah diproyeksikan mengimbaskan ke 665.018 guru.
Untuk penguatan kompetensi bahasa Inggris, Kemendikdasmen mulai mempersiapkan kebijakan 2027 saat Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di kelas 3 SD. Pelatihan untuk 1.087 calon fasilitator dimulai pada 2025, diikuti 60 ribu guru pada 2026, dan ditargetkan 90 ribu guru SD siap mengajar pada 2027.
Kelima: Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS)
Program ini berkontribusi pada penurunan jumlah kekosongan kepala sekolah hingga 51 persen, dari 117 ribu menjadi 57 ribu. Tahun ini, 8.000 calon kepala sekolah telah menjalani pelatihan.Nunuk menegaskan bahwa capaian di seluruh program prioritas menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat profesionalisme guru.



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.