Ilustrasi. Foto Freepik.
EDUKASIA.ID - Istilah calistung mungkin sudah sangat akrab di telinga para orang tua. Membaca, menulis, dan berhitung sering dianggap kemampuan dasar yang wajar dimiliki anak usia sekolah. Namun di balik kesederhanaannya, calistung menyimpan peran besar dalam membentuk kesiapan belajar anak di masa depan.
Tak sedikit orang tua baru menyadari pentingnya calistung ketika anak mulai mengalami kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah. Padahal, kemampuan ini bukan sekadar syarat masuk jenjang pendidikan formal, melainkan fondasi utama yang menopang seluruh proses belajar anak.
Lebih dari itu, calistung juga berkaitan erat dengan cara anak berpikir, bersikap mandiri, hingga mengekspresikan diri. Berikut alasan mengapa calistung menjadi salah satu kemampuan dasar yang penting dikuasai sejak dini.
1. Calistung sebagai akar dari semua pelajaran
Hampir semua mata pelajaran membutuhkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Anak perlu membaca soal, memahami instruksi, mencatat informasi, hingga menyelesaikan perhitungan sederhana. Tanpa calistung yang kuat, proses belajar di kelas akan terasa berat dan membingungkan.Selain itu, calistung juga melatih cara berpikir sistematis. Membaca membantu anak memahami makna dan struktur bahasa, menulis melatih kemampuan menyusun ide, sementara berhitung mengasah logika dan pemecahan masalah. Ketiganya saling melengkapi dan membentuk dasar berpikir yang kokoh.
2. Menumbuhkan kemandirian belajar sejak dini
Anak yang menguasai calistung cenderung lebih mandiri dalam belajar. Ia mampu memahami instruksi tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Kemampuan ini membuat anak lebih percaya diri saat mengerjakan tugas dan menghadapi tantangan akademik.Kemandirian belajar juga berperan dalam pembentukan karakter. Anak belajar bertanggung jawab, mengatur waktu, dan mengevaluasi hasil belajarnya sendiri. Kebiasaan ini akan sangat berguna hingga ia tumbuh dewasa.
3. Mengasah berpikir kritis dan logis
Calistung bukan sekadar mengenal huruf dan angka. Proses membaca, menulis, dan berhitung menuntut anak untuk berpikir, menganalisis, dan memahami informasi. Dari sinilah kemampuan berpikir kritis mulai terbentuk.Anak belajar mencari makna dari bacaan, menyusun argumen sederhana lewat tulisan, dan menggunakan logika saat berhitung. Kemampuan ini membantu anak menghadapi masalah dengan lebih tenang dan tidak mudah menyerah.
4. Membantu anak mengekspresikan diri
Kemampuan membaca dan menulis juga menjadi sarana anak untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Anak dapat menuangkan ide, emosi, maupun pengalaman lewat tulisan sederhana, cerita, atau catatan harian.Melalui membaca, anak juga mengenal berbagai sudut pandang dan emosi, sehingga empati sosialnya berkembang. Calistung pun berperan dalam keseimbangan emosional dan kemampuan komunikasi anak.
5. Membentuk kebiasaan belajar jangka panjang
Kebiasaan membaca, menulis, dan berhitung yang dibangun sejak dini akan melekat hingga dewasa. Anak akan terbiasa belajar secara alami, bukan karena paksaan atau sekadar tuntutan ujian.Dengan fondasi ini, anak lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya dan berbagai tantangan akademik di masa depan.
Meski begitu, setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Ada yang cepat memahami, ada pula yang membutuhkan pendampingan khusus dengan pendekatan yang lebih personal.
Belajar Calistung dengab Bimbel AIO Privat
Di sinilah peran bimbingan belajar menjadi penting. Bimbel AIO Privat hadir mendampingi anak menguasai calistung melalui metode belajar yang menyenangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.Informasi lebih lanjut mengenai program calistung AIO Privat dapat diperoleh melalui WhatsApp di +62 816-853-042 atau mengunjungi situs resmi aioprivat.com.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.