Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif’an Ulil Huda mendampingi tim Puskesmas Tambakaji Ngaliyan saat pengecekan depo air minum mandiri. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID - MI Miftahul Akhlaqiyah Tambakaji, Ngaliyan, Semarang, memastikan keamanan air minum yang dikonsumsi siswa dengan menghadirkan Depo Air Minum (DAM) mandiri di lingkungan madrasah.
Kepastian tersebut diperkuat melalui uji laboratorium mikrobiologi dan pengecekan langsung oleh petugas kesehatan.
DAM MI Miftahul Akhlaqiyah tercatat telah lolos uji pemeriksaan mikrobiologi. Sampel air yang diambil pada 4 November 2025 dinyatakan bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya seperti E coli dan koliform, sehingga memenuhi standar kesehatan untuk dikonsumsi.
Selain uji laboratorium, kualitas air kembali dipastikan melalui pengecekan lapangan oleh tim dari Puskesmas Tambakaji pada awal Januari 2026. Pemeriksaan meliputi kebersihan area depo, sistem filtrasi, serta kondisi fisik air. Hasilnya, fasilitas dinyatakan memenuhi standar sanitasi kesehatan lingkungan.
Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif’an Ulil Huda, mengatakan penyediaan depo air minum merupakan inisiatif madrasah untuk melindungi kesehatan siswa dan memastikan kebutuhan cairan terpenuhi selama kegiatan belajar.
“Air minum yang aman adalah kebutuhan utama. Karena itu, kualitasnya kami pastikan melalui uji laboratorium dan pengawasan rutin agar siswa terhindar dari risiko kesehatan, termasuk dehidrasi,” ujarnya, Senin 19 Januari 2026.
Menurutnya, sebelumnya banyak anak-anak yang kurang memperhatikan asupan cairan tubuh, memang diantaranya ada yang membawa air minum dari rumah, tapi kadang belum usai pelajaran, persedaiaan air mereka sudah habis.
Kini, kata Rif'an, para siswa bebas untuk mengambil air untuk rehidrasi tanpa takut berkurang uang saku mereka.
"Mereka bebas ambil air minum dari depo air minum mandiri yang tersdia di halaman madrasah, gratis dan insayalah menyehatkan," tukasnya.
Ia menambahkan, selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal warga madrasah, ke depan DAM tersebut juga diarahkan menjadi unit usaha madrasah dengan tetap mengedepankan fungsi layanan dan standar kesehatan.
"Secara pembiayaan efisiens sekali, karena tak perlu beli minum dari luar, bahkan kedepan kita akan komersilkan sebagai salah satu wujud kewirausahaan madrasah," pungkasnya.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.