Pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Ma'rifah Nugraha
0
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai syarat utama mengikuti jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN). Foto Kemenag.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Tahap awal seleksi masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2026 resmi dimulai. Satuan pendidikan kini sudah dapat melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai syarat utama mengikuti jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN).

Pengisian PDSS dibuka mulai hari ini hingga 7 Februari 2026. Melalui tahapan ini, sekolah dan madrasah mendaftarkan siswa-siswi terbaiknya agar bisa mengikuti seleksi nasional berbasis prestasi akademik tanpa ujian tulis.

SPAN-PTKIN digunakan sebagai jalur masuk bagi calon mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di seluruh Indonesia. Seluruh rangkaian proses dilakukan secara daring melalui laman PDSS 2026.

Seluruh proses pengisian PDSS dilakukan secara daring melalui laman https://pdss.ptkin.ac.id.

Ketua PMB PTKIN 2026, Abd. Aziz, mengingatkan pihak sekolah agar serius dan tidak menunda proses pengisian data.

“Kami mengimbau kepada seluruh Kepala Madrasah, Kepala Sekolah, serta operator agar tidak menunda pengisian PDSS hingga mendekati batas akhir. Validitas data prestasi akademik siswa merupakan faktor utama dalam proses seleksi SPAN-PTKIN," ujarnyq.

Ia menegaskan, seluruh data nilai rapor dan prestasi pendukung harus diinput dengan jujur dan akurat.

“Oleh karena itu, lanjut dia, nilai rapor dan data prestasi pendukung harus diinput secara jujur, lengkap, dan akurat agar tidak merugikan hak siswa di kemudian hari.”

Aziz juga meminta siswa kelas XII aktif memastikan status pendaftarannya.

“Siswa kelas XII diimbau untuk aktif berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pihak sekolah guna memastikan telah didaftarkan serta data PDSS-nya diinput secara benar dan tepat waktu,” sambungnya.

Pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026 dibuka pada 5 Januari hingga 7 Februari 2026. Sementara itu, proses verifikasi dan finalisasi data masih dibuka hingga 9 Februari 2026.

Pengisian PDSS sepenuhnya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. PDSS dapat diikuti oleh MA/MAK, SMA, SMK, PDF, PKPPS, Satuan Pendidikan Muadalah Mu’allimin, Satuan Pendidikan Muadalah Salafiyah, serta satuan pendidikan sederajat yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

Berikut ketentuan umum pendaftaran dan pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026:

  • Satuan pendidikan wajib memiliki NPSN dan Kode Registrasi Sekolah yang tercantum pada akun Dapodik atau EMIS.
  • Kepala satuan pendidikan harus memiliki nomor WhatsApp dan alamat email aktif yang dapat dihubungi.
  • Satuan pendidikan melakukan registrasi melalui laman https://pdss.ptkin.ac.id.
  • Satuan pendidikan berbentuk MA/MAK/SMA/SMK disarankan menggunakan aplikasi E-Rapor untuk mengunggah nilai rapor siswa.
  • Nilai rapor yang diunggah mencakup Kelas X Semester 1 dan 2, Kelas XI Semester 1 dan 2, serta Kelas XII Semester 1.
  • Satuan pendidikan wajib mengunggah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk semester yang ditentukan.
  • Pendaftaran PDSS dinyatakan selesai setelah satuan pendidikan melakukan finalisasi PDSS.
  • Satuan pendidikan wajib menginput nilai mata pelajaran sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Sistem PDSS SPAN-PTKIN 2026 telah mengalami penyempurnaan

Adapun Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amin Suyitno, menyampaikan bahwa sistem PDSS SPAN-PTKIN 2026 telah mengalami penyempurnaan.

Ia menyebut optimalisasi sistem dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan meminimalkan kendala teknis selama proses pengisian.

“Sistem PDSS tahun ini telah dioptimalkan untuk meminimalkan kendala teknis. Pendidikan Islam harus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul, dan hal tersebut dimulai dari proses seleksi yang transparan serta akuntabel,” jelasnya.

Menurut Suyitno, SPAN-PTKIN 2026 menjadi bentuk komitmen Kementerian Agama dalam membuka akses pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh siswa di Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top