Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Foto Kemenag.
Banda Aceh. EDUKASIA.ID – Lonjakan jumlah mahasiswa mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyiapkan penguatan infrastruktur kampus. Salah satu langkah yang disiapkan adalah rencana pembangunan sembilan gedung baUniversitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh ru.
Rencana tersebut menjadi bagian dari program modernisasi kampus yang diusulkan melalui skema Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN). Pemerintah pusat pun memberikan perhatian langsung terhadap rencana pengembangan tersebut.
Saat ini, Kampus I UIN Ar-Raniry berdiri di atas lahan sekitar 33 hektare dan menampung lebih dari 22 ribu mahasiswa. Pertumbuhan jumlah mahasiswa setiap tahun membuat kapasitas ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya semakin terbatas.
Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman menyebut penambahan gedung baru sudah menjadi kebutuhan mendesak agar proses pendidikan berjalan optimal.
“Kampus I berdiri di atas lahan sekitar 33 hektare. Dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahun, fasilitas yang tersedia sudah tidak memadai untuk menunjang proses belajar mengajar,” ujar Mujiburrahman di Banda Aceh, Jumat, 16 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan sembilan gedung baru diproyeksikan mampu meningkatkan daya tampung kampus secara signifikan.
“Pembangunan ini diproyeksikan mampu menambah daya tampung hingga lebih dari 14 ribu mahasiswa. Artinya, kapasitas kampus bisa meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.
Selain persoalan daya tampung, Mujiburrahman juga menyoroti kondisi sejumlah gedung lama yang dibangun pascagempa dan tsunami Aceh 2004. Menurutnya, kualitas struktur bangunan tersebut mulai menurun.
“Beberapa gedung tidak lagi memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Rehabilitasi saja tidak cukup, perlu pembangunan baru yang lebih modern dan representatif,” jelasnya.
Gedung-gedung baru nantinya tidak hanya difungsikan sebagai ruang kelas. UIN Ar-Raniry juga merencanakan penyediaan laboratorium modern, pusat riset, serta layanan akademik berbasis teknologi digital.
“Target kami menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai smart campus, smart building, dan techno university. Infrastruktur baru akan dirancang untuk mendukung transformasi tersebut,” ujarnya.
Penguatan infrastruktur ini sekaligus disiapkan untuk mendukung pengembangan akademik, termasuk rencana perluasan program studi dan pembukaan fakultas baru.
“Tanpa dukungan gedung dan sarana yang memadai, rencana pengembangan akademik tidak akan berjalan optimal,” kata Mujiburrahman.
Keseriusan UIN Ar-Raniry mendapat respons dari pemerintah pusat. Pada 14–16 Januari 2026, tim dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Kementerian Agama RI melakukan kunjungan lapangan ke Banda Aceh untuk meninjau kesiapan proyek.
Ketua Tim Direktorat PTI Bappenas RI Dimas Suryo Sudaryo mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis pembangunan.
“Kami mengevaluasi kesiapan dokumen, desain, serta kelayakan proyek sebelum diusulkan masuk ke dalam Green Book Bappenas sebagai calon penerima pinjaman luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Subdit Sarana Prasarana Diktis Pendis Kemenag Doni Wibowo mendorong agar perencanaan pembangunan dilakukan secara matang dan berkelanjutan.
“Pengembangan fisik harus sejalan dengan peningkatan mutu akademik dan layanan digital, sehingga manfaatnya langsung dirasakan mahasiswa,” katanya.
UIN Ar-Raniry berharap proses evaluasi dari Bappenas dan Kemenag dapat berjalan lancar sehingga pembangunan sembilan gedung baru bisa segera terealisasi. Kampus ini optimistis infrastruktur yang lebih modern akan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus daya saing di tingkat nasional dan internasional.
UIN Ar-Raniry Siapkan Pembangunan 9 Gedung
Minggu, Januari 18, 2026
0
Bagikan ke aplikasi lainnya



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.