UIN SATU Tulungagung Perkuat Komitmen Kampus Hijau Lewat Bioswale

Ma'rifah Nugraha
0
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung

EDUKASIA.ID - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung terus meneguhkan komitmennya sebagai kampus ramah lingkungan. 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui penerapan bioswale sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur kampus hijau.

Pembangunan bioswale ini sejalan dengan pesan Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, terkait pentingnya ekoteologi. Di UIN SATU, bioswale dimaknai sebagai wujud ibadah ekologis, yaitu kesadaran merawat bumi sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan dan moral keagamaan.

Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, mengatakan pengembangan bioswale merupakan bentuk integrasi nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian lingkungan dalam kebijakan kampus.

“Bioswale ini bukan sekadar fasilitas drainase, tetapi wujud kesadaran ekologis kita bersama. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam praktik pelestarian lingkungan,” tegas Prof. Abd. Aziz, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur hijau akan terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi UIN SATU menuju green campus. Program tersebut diimplementasikan melalui ReliGreen yang religius, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam merespons isu lingkungan global secara nyata.

“Dengan menghadirkan bioswale, UIN SATU Tulungagung menegaskan posisinya sebagai kampus dakwah dan peradaban yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berwawasan religius ekologis,” pungkasnya.

Diketahui, kehadiran bioswale menjadi langkah konkret UIN SATU dalam pengelolaan air hujan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran ekologis sivitas akademika dan mahasiswa.

Bioswale dirancang sebagai saluran hijau yang berfungsi memperlambat limpasan air hujan, menyaring polutan, serta membantu proses resapan air ke dalam tanah. Sistem ini dinilai mampu meminimalkan potensi genangan, menjaga kualitas air, dan memperindah lanskap kampus melalui vegetasi ramah lingkungan.

Tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur, bioswale juga menjadi media pembelajaran ekologis. Mahasiswa diajak memahami bahwa pembangunan kampus harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top