Siti Alamaghvira Azhari, SMK Negeri 3 Banjarmasin peraih Juara 2 Nasional kategori Konten Video Edukasi PSY-EDUFEST 2026. Foto ist.
Banjarmasin. EDUKASIA.ID - Karya video edukasi bertema perundungan siber mengantarkan siswi SMK Negeri 3 Banjarmasin meraih prestasi nasional. Siti Alamaghvira Azhari berhasil menyabet Juara 2 Nasional kategori Konten Video Edukasi dalam ajang Psychology Education Festival (PSY-EDUFEST) 2026.
Siswi kelas XI B Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman itu bersaing dengan lebih dari 80 peserta SMA/SMK sederajat se-Indonesia. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang.
Siti menjelaskan, tema cyber bullying dipilih karena media sosial kini menjadi ruang yang rentan terjadinya perundungan. Ia menilai, persoalan tersebut perlu disuarakan melalui media yang dekat dengan remaja.
“Saya mengangkat isu cyber bullying karena media sosial kini menjadi salah satu sarana utama terjadinya perundungan,” ujarnya.
Melalui video yang dibuatnya, ia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam lomba ini bukan semata untuk mengejar gelar juara. Ada pesan yang ingin ia sampaikan kepada sesama pengguna media sosial.
“Saya tidak hanya berkompetisi, tetapi ingin mengajak teman-teman agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa perundungan siber bukan persoalan sepele. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan bisa sangat serius bagi korban.
“Dampaknya sangat besar bagi diri sendiri dan bisa berakibat fatal bagi orang lain,” tegasnya.
Siswi yang akrab disapa Vira itu mengaku bersyukur atas capaian yang diraih. Dari ajang ini, ia merasa mendapatkan banyak pelajaran baru.
“Alhamdulillah, saya berkesempatan menjadi juara kedua,” ucapnya.
“Saya belajar banyak hal, terutama dalam memahami berbagai jenis bullying secara mendalam,” lanjutnya.
Ia menyebut pengalaman mengikuti PSY-EDUFEST 2026 sebagai momen yang berharga dan tak terlupakan.
“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga,” katanya, sembari menyampaikan terima kasih kepada orang tua, guru pembimbing, dan teman-teman yang telah memberikan dukungan.
Guru pembimbingnya, M. Rizal, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut prestasi ini menjadi pembuka torehan prestasi di awal 2026.
“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur atas capaian ini,” ujarnya.
“Ini menjadi prestasi pertama di tahun 2026,” tambahnya.
Rizal menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
“Pembelajaran bukan hanya bisa dilakukan di ruang kelas, melainkan juga dengan mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan,” katanya.
Ia berharap prestasi tersebut mampu memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan meningkatkan kompetensi, khususnya di jurusan Broadcasting dan Perfilman.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.