Kabar wafatnya pendidik sepuh tersebut menyisakan duka mendalam, terutama bagi para murid dan alumni yang pernah berguru kepadanya. Almarhum dikenal sebagai sosok guru yang sejuk, sederhana, dan penuh nasihat.
Salah satunya HM. Miftahul Arief, Pemimpin Redaksi EDUKASIA.ID yang juga alumni MtsAI Attanwir, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya guru yang memiliki peran penting dalam perjalanan keilmuannya.
“Saya berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya guru saya. Beliau adalah sosok yang sejuk dan menenangkan,” ujar HM. Miftahul Arief.
Arief mengenang, KH. M. Asfari Aly mengajarnya kitab Nashoihul Ibad saat dirinya duduk di kelas madrasah aliyah. Selain itu, dalam ingatannya, almarhum juga mengampu pelajaran fikih melalui kitab Taqrib.
“Beliau mengajar kitab Nashoihul Ibad saat saya di Aliyah. Seingat saya, beliau juga mengajar Taqrib. Cara beliau mengajar sederhana, tetapi sarat makna,” tuturnya.
Menurut Miftahul Arief, nilai-nilai dan pelajaran yang ditanamkan almarhum tidak berhenti di bangku madrasah. Hingga kini, ajaran tersebut masih dirasakan manfaatnya dan kerap ia sampaikan kembali dalam berbagai forum kajian.
“Pelajaran-pelajaran dari beliau hingga kini masih bermanfaat bagi saya pribadi, dan saya sampaikan kembali kepada orang lain, termasuk saat mengisi kajian,” katanya.
Kepergian Ustadz M. Asfari Aly akibat kecelakaan ini menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam di Bojonegoro. Namun, ilmu dan keteladanan almarhum diyakini akan terus hidup melalui para murid yang pernah ia didik.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.