Flyer Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng. Foto: Tangkap layar.
Beasiswa ini menurut anggota Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Akhmad Syakir Kurnia, terdiri dari lima jenis, meliputi Santri Vokasi dan S1 dalam negeri, Santri Vokasi dan S-1 Luar Negeri, Program Studi S 1 Luar Negeri (Double Degree), Program Studi S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi'i Yaman, serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 Dalam Negeri.
"Tata cara mengenai syarat pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN - Jateng Ngopeni Nglakoni yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore, dan petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui Website Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id," jelasnya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Jateng pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dibeberkan Syakir, beasiswa santri ini sangat menarik, karena membuka peluang bidang pendidikan yang luas, antara lain: kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta bidang keislaman.
Adapun negara yang menjadi tempat menempuh ilmu, antara lain, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filiphina, atau negara lain yang memenuhi kriteria LFSP.
"Mahasiswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan manfaat bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup per bulan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan untuk visa, tiket pulang pergi ke negara tujuan, serta asuransi per bulan," katanya.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad menambahkan, lembaganya diamanatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dengan memberikan akses pendidikan tinggi bagi santri melalui pemberian beasiswa.
Menurut dia, ada lebih dari 5.000 pesantren di Jawa Tengah, sehingga bisa menjadi modal besar dalam pembangunan daerah. Namun demikian, pendidikan tinggi untuk kalangan santri belum optimal, disebabkan karena kondisi dan ekonomi santri yang masih terbatas.
Oleh karenanya, program beasiswa tersebut menjadi upaya yang baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di provinsi ini.
Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangun Daerah (TPPD) Jawa Tengah Wahid Abdurrahman menambahkan, beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren ini merupakan pelaksanaan satu dari sebelas Program Prioritas Gubernur Jawa Tengah Akhmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025 – 2029.
"Ayo santri di Jawa Tengah segera mendaftarkan diri, karena ini kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas SDM santri di Jawa Tengah," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026, pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa, 21 Oktober 2025 malam.
Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren merupakan komitmen Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama, sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.