Kurma. Foto Freepik.
EDUKASIA.ID - Kurma selalu identik dengan Ramadan. Rasanya manis dan sederhana, tapi buah ini punya makna spiritual yang kuat dalam Islam.
Nah, salah satu pertanyaan yang sering muncul yakni apakah jumlah kurma yang dimakan harus ganjil?
Mengutip suara.com, Ustaz Abu Kayyisa Zaki Rakhmawan menjelaskan tentang kebiasaan Rasulullah SAW terkait kurma.
Dalam salah satu hadis disebutkan, Nabi Muhammad SAW tidak pergi salat Idulfitri sebelum makan beberapa kurma, dan jumlahnya biasanya ganjil: tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas.
Dari Anas bin Malik diriwayatkan:
"Rasulullah SAW tidak berangkat salat pada hari raya Idulfitri, sehingga beliau makan beberapa buah kurma."
Murajja bin Raja menambahkan, Ubaidillah pernah menceritakan bahwa Anas bin Malik mengatakan, Nabi makan kurma dalam jumlah ganjil.
Adapun mengonsumsi buah kurma dalam jumlah ganjil dipercaya dapat menangkal racun dan sihir.
Tapi perlu digarisbawahi: kebiasaan ini sunah, bukan kewajiban. Artinya: Makan kurma genap tidak salah dan puasa tetap sah. Tujuannya adalah meneladani Nabi SAW, bukan sekadar angka.
Selain itu, kurma juga disebut sebagai makanan terbaik untuk sahur dan berbuka. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi SAW bersabda:
“Sebaik-baik makanan sahur bagi seorang mukmin adalah tamr (kurma kering).”
Manfaat kurma saat puasa:
- Memberi energi cepat saat berbuka
- Mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh
- Membantu menstabilkan kadar gula darah
Jadi, apakah makan kurma harus ganjil? Tidak wajib. Tapi jika ingin mengikuti sunah Nabi, memilih jumlah ganjil adalah cara yang bernilai pahala. Intinya, nikmati kurma sambil mengingat nilai spiritualnya, bukan sekadar hitungan. Waahualam.
Dari Anas bin Malik diriwayatkan:
"Rasulullah SAW tidak berangkat salat pada hari raya Idulfitri, sehingga beliau makan beberapa buah kurma."
Murajja bin Raja menambahkan, Ubaidillah pernah menceritakan bahwa Anas bin Malik mengatakan, Nabi makan kurma dalam jumlah ganjil.
Adapun mengonsumsi buah kurma dalam jumlah ganjil dipercaya dapat menangkal racun dan sihir.
Tapi perlu digarisbawahi: kebiasaan ini sunah, bukan kewajiban. Artinya: Makan kurma genap tidak salah dan puasa tetap sah. Tujuannya adalah meneladani Nabi SAW, bukan sekadar angka.
Selain itu, kurma juga disebut sebagai makanan terbaik untuk sahur dan berbuka. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi SAW bersabda:
“Sebaik-baik makanan sahur bagi seorang mukmin adalah tamr (kurma kering).”
Manfaat kurma saat puasa:
- Memberi energi cepat saat berbuka
- Mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh
- Membantu menstabilkan kadar gula darah
Jadi, apakah makan kurma harus ganjil? Tidak wajib. Tapi jika ingin mengikuti sunah Nabi, memilih jumlah ganjil adalah cara yang bernilai pahala. Intinya, nikmati kurma sambil mengingat nilai spiritualnya, bukan sekadar hitungan. Waahualam.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.