Rektor UIN SATU, Prof. Abd. Aziz menyalami Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan saat penandatanganan Nota Kesepahaman dengan BPJPH. Foto ist.
Dari daftar lembaga nasional dan internasional yang diundang dan hadir, UIN SATU tercatat sebagai satu-satunya PTKIN yang terlibat dalam agenda strategis penguatan ekosistem halal nasional tersebut.
PKS tersebut berfokus pada pelatihan Jaminan Produk Halal, meliputi pelatihan auditor halal, penyelia halal, juru sembelih halal (Juleha), serta pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dan pelatihan lain yang relevan.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan, 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri halal Indonesia.
“Tahun 2026 adalah Tahun Halal,” tegasnya.
Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara jumlah pelaku usaha dan produk yang telah tersertifikasi halal. Kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi kunci percepatan.
Menurutnya, logo halal Indonesia telah memiliki identitas merek yang kuat dan dipercaya secara global.
“Halal adalah bagian dari peradaban modern dan gaya hidup sehat. Halal is modern civilization and healthy life,” ujarnya.
Menanggapi penegasan tersebut, Rektor UIN SATU, Prof. Abd. Aziz menyatakan kesiapan kampus mendukung penguatan sumber daya manusia halal nasional.
“Kami siap berkontribusi melalui penguatan SDM, khususnya mencetak auditor halal, penyelia halal, serta Juru Sembelih Halal yang profesional dan berintegritas,” kata Prof. Abd. Aziz.
Sebelumnya, UIN SATU telah ditetapkan sebagai Lembaga Pelaksana Pelatihan Auditor dan Penyelia Halal berdasarkan Keputusan Kepala BPJPH Nomor 22 Tahun 2026 tertanggal 23 Januari 2026.
Penetapan itu semakin memperkuat peran UIN SATU dalam mendukung implementasi Jaminan Produk Halal dan pengembangan industri halal nasional.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.