5 Fakta Basmala, PKBM Terbesar di Grobogan Rintisan Pasangan Pendidik

Redaksi
0
Ujian tasmi SD Tahfidz Basmala. Foto Ist.

EDUKASIA.ID - PKBM Basmaala Gubug dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan nonformal terbesar di Kabupaten Grobogan.

Di balik perkembangannya, lembaga ini ternyata merupakan rintisan pasangan pendidik, Zuzum Nurwakhidah dan Misbachul Munir.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi anak-anak desa yang lebih banyak bermain daripada belajar, keduanya membangun layanan pendidikan berbasis masyarakat yang terus berkembang hingga saat ini.

Dari awalnya hanya PAUD, PKBM Basmala kini menjangkau berbagai program, mulai dari pendidikan anak, pelatihan keterampilan, hingga pendidikan formal berbasis tahfidz.

Berikut sejumlah faktanya.

1. Berawal dari PAUD sejak 2009

PKBM Basmala memulai langkahnya dengan mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada 2009. Program ini menjadi fondasi awal untuk mengenalkan pendidikan kepada anak-anak desa yang sebelumnya belum terfasilitasi secara optimal.

Seiring waktu, layanan tidak hanya berhenti pada pendidikan usia dini. PKBM mulai mengembangkan program lain yang menyasar berbagai kelompok usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan di desa tidak hanya terbatas pada akses sekolah, tetapi juga pada pendampingan berkelanjutan.

2. Berangkat dari pengalaman langsung di lapangan

Gagasan mendirikan PKBM muncul dari pengalaman Zuzum saat mengajar. Ia melihat sebagian warga belum memiliki aktivitas produktif dan kurang terlibat dalam kegiatan belajar.

“Awalnya saya terganggu ketika saya mengajar, mereka jagongan sendiri. Lalu saya tawarkan untuk mengikuti kursus atau pelatihan. Mereka menerima dan sekarang bisa menghasilkan yang namanya income,” ujarnya, dilansir dari majalah  AULA NU .

Dari situ, pendekatan pendidikan di PKBM tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari.

3. Fokus pada pelatihan keterampilan warga

PKBM Basmala juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi ibu rumah tangga. Pelatihan yang diberikan meliputi membatik, menjahit seragam sekolah, membuat jamu rempah, hingga kerajinan tangan.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan warga yang tidak memiliki penghasilan tetap. Dengan keterampilan tersebut, peserta mulai mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri.

Pendekatan ini memperluas fungsi PKBM, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

4. Kembangkan Kampus 2 dan layanan pengasuhan anak

Pada 2011, PKBM Basmala membuka Kampus 2 di Desa Gubug, Kecamatan Gubug. Di lokasi ini, dikembangkan layanan penitipan anak dan Taman Pendidikan Anak (TPA) Permata Bangsa.

“Kami melihat anak-anak ini banyak yang diasuh oleh asisten rumah tangga. Kalau diasuh asisten itu tidak diajari apa-apa. Nah, dari itu kami ingin anak-anak sekolah sekalian diasuh,” kata Zuzum.

Dalam enam bulan awal, layanan ini diikuti sekitar 30 anak. Kini jumlahnya meningkat hingga sekitar 150 anak, menunjukkan tingginya kebutuhan layanan pengasuhan berbasis edukasi.

5. Dirikan SD Tahfidz dengan sistem 3 kurikulum

Pengembangan berlanjut pada 2020 dengan berdirinya Sekolah Dasar Tahfidz Basmala. Sekolah ini hadir sebagai jawaban atas permintaan masyarakat yang menginginkan pendidikan formal berbasis agama.

“Sekolah tahfidz ini memiliki program 3 in 1. Yaitu menggunakan kurikulum nasional, kurikulum agama dan tahfidz Al-Qur'an. Sehingga ketika lulus, mereka mendapat 3 ijazah,” jelasnya.

Selain itu, tersedia skema pembiayaan yang fleksibel. Siswa kurang mampu mendapat beasiswa, termasuk dukungan bagi penghafal 30 juz Al-Qur’an selama menempuh pendidikan.

PKBM Basmala kini berkembang dengan dua kampus yang memiliki fokus berbeda, mulai dari keterampilan hingga pendidikan formal berbasis tahfidz, sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat desa secara menyeluruh.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top