Desain keranda karya Robiantoro Rinto Wijaya
Foto ISI.
Solo. EDUKASIA.ID - Inovasi unik datang dari mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta, Robiantoro Rinto Wijaya.
Solo. EDUKASIA.ID - Inovasi unik datang dari mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta, Robiantoro Rinto Wijaya.
Mahasiswa Program Studi Desain Interior berhasil meraih Juara II dalam Lomba Desain Keranda Jenazah yang digelar di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam rangka Semarak Ramadan 2026.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 15 Januari hingga 15 Februari 2026, dengan pengumuman pemenang pada 3 Maret 2026.
Dalam lomba tersebut, Robiantoro menghadirkan rancangan keranda jenazah dengan pendekatan ergonomi, keamanan, dan higienitas.
Desain itu menekankan distribusi beban yang lebih seimbang agar lebih nyaman bagi pengusung, sekaligus aman bagi jenazah selama proses pengangkutan.
Keranda juga dirancang menggunakan material yang lebih ringan, kuat, dan mudah dibersihkan sehingga lebih praktis digunakan.
Dosen pembimbing, Eko Sri Haryanto, menjelaskan proses pengembangan desain dilakukan dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, konsep hingga gambar desain disusun secara intensif selama tiga hari melalui diskusi dan konsultasi.
“Keranda yang beredar di masyarakat umumnya belum memperhatikan distribusi beban yang baik dan aspek higienitas. Melalui desain ini kami mencoba menawarkan solusi yang lebih manusiawi bagi pengusung jenazah tanpa menghilangkan nilai sakral dalam prosesi pemakaman,” jelasnya.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan keranda yang lebih fungsional sekaligus tetap menjaga kehormatan jenazah dalam prosesi pemakaman.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 15 Januari hingga 15 Februari 2026, dengan pengumuman pemenang pada 3 Maret 2026.
Dalam lomba tersebut, Robiantoro menghadirkan rancangan keranda jenazah dengan pendekatan ergonomi, keamanan, dan higienitas.
Desain itu menekankan distribusi beban yang lebih seimbang agar lebih nyaman bagi pengusung, sekaligus aman bagi jenazah selama proses pengangkutan.
Keranda juga dirancang menggunakan material yang lebih ringan, kuat, dan mudah dibersihkan sehingga lebih praktis digunakan.
Dosen pembimbing, Eko Sri Haryanto, menjelaskan proses pengembangan desain dilakukan dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, konsep hingga gambar desain disusun secara intensif selama tiga hari melalui diskusi dan konsultasi.
“Keranda yang beredar di masyarakat umumnya belum memperhatikan distribusi beban yang baik dan aspek higienitas. Melalui desain ini kami mencoba menawarkan solusi yang lebih manusiawi bagi pengusung jenazah tanpa menghilangkan nilai sakral dalam prosesi pemakaman,” jelasnya.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan keranda yang lebih fungsional sekaligus tetap menjaga kehormatan jenazah dalam prosesi pemakaman.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.