Siswa kelas XI Broadcasting SMK Negeri 3 Banjarmasin memadukan pembacaan puisi dengan praktik rekaman audio di studio sekolah. Foto ist
Banjarmasin. EDUKASIA.ID - SMK Negeri 3 Banjarmasin menghadirkan inovasi pembelajaran kolaboratif melalui proyek bertajuk Skengha Bersastra.
Kegiatan ini mempertemukan pembelajaran teknik tata suara dengan literasi sastra Indonesia bagi siswa Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman.
Proyek yang berlangsung pada 2–13 Maret 2026 tersebut diinisiasi oleh pengajar mata pelajaran produktif Tata Suara, M. Rizal., bersama guru Bahasa Indonesia Maulida.
Melalui kolaborasi lintas mata pelajaran ini, siswa tidak hanya mempelajari teknik produksi audio di studio, tetapi juga diajak memahami makna karya sastra.
Dalam proses pembelajaran, siswa terlebih dahulu mengeksplorasi sejumlah puisi karya sastrawan Indonesia seperti WS Rendra, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, hingga Aan Mansyur.
Siswa diminta memahami diksi dan emosi dalam puisi sebelum mempraktikkannya dalam proses rekaman.
Tahap praktik dilakukan di studio editing SMK Negeri 3 Banjarmasin. Para siswa melakukan proses voice over dengan membacakan puisi pilihan, kemudian memadukan rekaman tersebut dengan instrumen musik khas Indonesia sehingga menghasilkan karya audio.
M. Rizal menjelaskan, kegiatan ini menghadirkan pendekatan berbeda dalam pembelajaran tata suara.
“Sangat senang bisa menghadirkan sastra Indonesia ke dalam kelas tata suara yang saya ajar di semester ini. Semoga dengan bersastra kita semakin peka akan kondisi cinta atau barangkali bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Proyek ini mendapat respons positif dari siswa kelas XI Broadcasting dan Perfilman. Salah satu peserta, Ahmad Zainal Ilmi, mengaku antusias karena dapat memadukan minatnya pada puisi dengan praktik teknologi audio.
Ia bahkan membacakan puisi “Desember” karya Joko Pinurbo dalam proses rekaman di studio sekolah.
“Project Skengha Bersastra ini menurut saya unik dan kreatif. Jarang terjadi kolaborasi lintas mata pelajaran seperti ini. Saya bisa berpuisi sekaligus belajar tata suara, terutama di bagian ilustrasi musik,” kata Ilmi.
Selain melatih kemampuan literasi, kegiatan ini juga menguji kompetensi teknis siswa dalam pengoperasian peralatan perekaman standar industri.
Siswa mempraktikkan teknik blocking mikrofon, menjalankan prosedur pengoperasian alat, hingga melakukan pengelolaan data hasil rekaman.
Setelah tahap perekaman, siswa melanjutkan proses editing untuk memadukan vokal dengan instrumen musik sebelum karya audio tersebut dipersiapkan untuk distribusi konten.
Melalui proyek Skengha Bersastra, SMK Negeri 3 Banjarmasin berharap inovasi pembelajaran yang memadukan keterampilan vokasi dan literasi budaya dapat terus dikembangkan di lingkungan sekolah.



.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.