Wagub Jateng Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Al-Qur’an bagi Santri

Redaksi
0
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati, Kota Semarang, Minggu 8 Maret 2026.

Semarang. EDUKASIA.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendukung peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Program ini dinilai memperkuat kualitas santri melalui penguatan literasi Al-Qur’an sekaligus pemenuhan gizi di lingkungan pesantren.

Dukungan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah Gunungpati, Kota Semarang, Minggu 8 Maret 2026.

Menurutnya, inisiatif tersebut selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung program pemenuhan gizi nasional.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi PBNU dan seluruh jaringan NU yang ikut menyukseskan dua program ini, yaitu penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui distribusi mushaf serta dukungan pemenuhan makanan bergizi,” kata Taj Yasin.

Ia menambahkan, Pemprov Jawa Tengah selama ini juga memberi perhatian pada pendidikan Al-Qur’an. Salah satunya melalui pemberian tali asih bagi para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi generasi muda.

“Dengan adanya distribusi mushaf ini, kami berharap semakin banyak santri yang terdorong untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Program AGUS diluncurkan melalui distribusi 100 ribu mushaf Al-Qur’an senilai sekitar Rp10 miliar serta bantuan 20 ton telur bagi pesantren. Inisiatif tersebut digagas oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah.

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha, menjelaskan kebutuhan dukungan bagi santri masih cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan NU dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan diperkirakan mencapai lima juta santri secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, di sejumlah pesantren masih ditemukan keterbatasan mushaf Al-Qur’an sehingga santri harus bergantian saat belajar. Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan masih adanya persoalan gizi di kalangan santri.

“Santri adalah masa depan kita. Karena itu RMI PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah meluncurkan program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan program AGUS menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung pemenuhan gizi nasional.

PBNU, lanjutnya, telah bekerja sama dengan pemerintah dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Hingga kini hampir 200 titik telah diresmikan dan lebih dari 300 lainnya masih dalam proses.

“RMI meluncurkan program ini sebagai ikhtiar untuk menambah dukungan yang dirasakan sebagai kebutuhan di lingkungan pesantren,” kata Yahya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top