Ilustrasi. Foto Freepik.
EDUKASIA.ID - Kabar baik bagi para perantau. Momen mudik ternyata bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga punya manfaat besar bagi kesehatan mental.
Pakar Psikologi Universitas Negeri Surabaya, Meita Santi Budiani, menyebut mudik menjadi sarana recharge energi sekaligus menjaga keseimbangan emosi.
Ia menjelaskan, inti mudik ada pada pertemuan langsung dengan keluarga. Interaksi tatap muka dinilai mampu menguatkan kembali kondisi psikologis yang selama ini tertekan oleh rutinitas di perantauan.
“Para perantau, termasuk mahasiswa, sering kali menghadapi berbagai persoalan di perantauan secara mandiri. Pertemuan dengan keluarga saat mudik menjadi sarana untuk mendapatkan kembali dukungan serta motivasi dari lingkungan terdekat,” jelasnya.
Menurut Meita, mudik juga menjadi momen untuk menyambung kembali hubungan sosial yang sempat terbatas karena jarak. Dukungan emosional dari orang tua dan kerabat menjadi faktor penting.
Selain itu, pertemuan ini membuka ruang komunikasi. Perantau bisa berbagi cerita hingga mendapatkan perspektif baru dalam melihat masalah.
Ia menilai, kondisi ini berkontribusi pada stabilitas kesehatan mental sekaligus memperkuat daya tahan individu.
Tak hanya itu, mudik juga memicu kembali semangat. Melihat langsung kondisi keluarga kerap menjadi pengingat alasan awal merantau.
Dorongan tersebut, kata dia, berpengaruh pada peningkatan motivasi belajar maupun bekerja setelah kembali ke perantauan.
Dalam konteks budaya, tradisi saling memaafkan saat Idulfitri ikut memperkuat optimisme. Namun, ia mengingatkan agar momen ini tidak berubah menjadi tekanan.
Perantau diminta tidak terbebani ekspektasi finansial maupun gaya hidup.
Bagi yang belum bisa pulang, Meita menyarankan agar tetap menjaga komunikasi dengan keluarga.
“Bagi yang belum bisa mudik tahun ini, hubungan dengan keluarga tetap dapat dirawat melalui komunikasi daring. Yang terpenting adalah menangkap nilai positif dari momen Idulfitri sebagai waktu untuk mempererat relasi sosial,” tambahnya.
Ia menegaskan, kehangatan keluarga saat mudik menjadi modal penting untuk meningkatkan rasa percaya diri sebelum kembali menjalani aktivitas di rantau.


.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.