Peluncuran buku 'Islam dan Transformasi Sosial' dan 'Islam Cinta, Kesetaraan dan Ekoteologi' oleh ADP, di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Sabtu 25 April 2026.
Semarang. EDUKASIA.ID - Asosiasi Dosen Pergerakan Indonesia (ADP) meluncurkan dua buku dalam rangkaian Seminar Nasional dan Books Launching Tahun 2026 di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Sabtu 25 April 2026.
Buku pertama, “Islam Cinta, Kesetaraan dan Ekoteologi”, mengangkat gagasan Islam sebagai agama kasih sayang (rahmah), yang menekankan moderasi beragama, kesetaraan gender, serta kesadaran ekologis.
Buku ditulis oleh Aksin Wijaya, Ali Muhtarom, Taufiqur Rohman, Teti Hadiati, Rufi’ah, Nur Rif’ah Hasaniy, Sulistyorini, Lailatuzz Zuhriyah, Achmad Bahrur Rozi, Ahmad Subakir, Ibnu Muchlis, Dawam Multazam, Jumaiyah, Marhumah, Fitriyani, Chotijah Fanaqi, Aly Masyhar, Ismail Fahmi Arrauf Nasution, Eko Ernada, dan Ali Formen.
Sementara itu, buku kedua, “Islam dan Transformasi Sosial: Percikan Pemikiran Para Intelektual Pergerakan Indonesia”, membahas peran Islam dalam menghadapi perubahan sosial, termasuk dampak teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Buku tersebut ditulis oleh Abdurrahman Mas’ud, Eko Ernada, Ilman Nafia, Nazwa Ilmy, Aprilia Cantika, Rufi’ah, Jumaiyah, Muhammad Sirajudin Fikri, Sutantri, Ida Farida, Akhmad Taufiq, Muhamad Fathi Ilmy, Nahdiya Ilmy, M. Noor Harisudin, Syamsul Umam, dan Septi Gumiandari.
Ketua Umum ADP, Abdurrahman Mas’ud, menyebut kedua buku ini sebagai refleksi kolektif intelektual Muslim pergerakan dalam membaca ulang kondisi keberagamaan di Indonesia.
“Buku ini adalah percikan pemikiran para intelektual pergerakan yang berupaya menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, konflik bernuansa agama tidak bisa dipahami secara sederhana karena berkaitan dengan faktor politik, ekonomi, dan konstruksi sosial. Dalam kondisi tersebut, agama kerap tampil dalam dua wajah sekaligus, yakni sebagai sumber kedamaian dan potensi konflik.
Karena itu, ADP mendorong rekonstruksi pemahaman keagamaan yang transformatif. Gagasan Islam cinta dalam buku pertama diposisikan sebagai pendekatan untuk membangun kehidupan beragama yang damai, toleran, dan berkeadaban.
Sementara buku kedua menekankan pentingnya peran pendidikan, ijtihad, dan pendekatan multidisipliner dalam menjawab tantangan zaman.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.