Prof Musahadi Sebut Disrupsi Digital Ubah Cara Beragama

Redaksi
0
Prof. Musahadi menyoroti dampak disrupsi digital terhadap cara beragama. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, menegaskan bahwa transformasi digital membawa perubahan besar yang turut memengaruhi cara beragama masyarakat.

Hal itu disampaikanya usai Seminar Nasional dan Launching Books 2026 bertema “Mencandera Masa Depan Kehidupan Beragama di Era Transformasi Digital” di Kampus 3 UIN Walisongo, Sabtu 25 April 2026.

Menurutnya, perubahan di era digital bersifat disruptif dan berdampak luas, tidak hanya pada sektor umum, tetapi juga pada dimensi keberagamaan.

“Tema seminar ini menarik, ingin mencandera kehidupan beragama di era transformasi digital, kita memahami di era digital ini terjadi perubahan luar biasa, orang-orang pintar menyebutnya perubahan disruptif,” ujarnya.

Ia menegaskan, dampak tersebut mencakup cara berpikir hingga perilaku keagamaan.

“Yang berdampak tidak hanya pada bidang politik, ekonomi, politik, pendidikan, cara berkomunikasi orang, tapi juga sampai pada bagaimana dimensi keberagamaan,” lanjutnya.

Prof Musahadi menjelaskan, pergeseran aktivitas masyarakat ke ruang digital menjadi salah satu faktor utama perubahan tersebut.

“Karena masyarakat kita sekarang ini banyak yang melakukan migrasi aktifitas-aktifitasnya dari dunia manual ke dunia digital,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya mitigasi terhadap kecenderungan negatif dalam praktik keagamaan.

“Nah salah satu hal yang penting untuk kita pahami adalah bahwa perilaku keagamaan ke depan kecenderungan negatifnya memang harus dimitigasi sedemikian rupa,” tegasnya.

Menurutnya perlu menghadirkan pendekatan keagamaan yang menyejukkan di tengah maraknya ekspresi negatif.

“Kalau kita mengintroduksi agama cinta atau islam cinta itu kan sesuatu yang lebih menenteramkan, bagaimana islam berperspektif dan berhorizon damai,” ujarnya.

Selain itu, isu kesetaraan dan lingkungan juga menjadi perhatian penting. “Kemudian juga isu-isu kesetaraan itu juga luar biasa, ekoteologi salah satu gagasan menteri agama, Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar,” katanya.

Terkait Asosiasi Dosen Pergerakan Indonesia (ADP) yang berkolaborasi dalam even ini, ia menegaskan perannya sebagai wadah dosen pergerakan dalam merespons persoalan kebangsaan.

“ADP kan kumpulan dosen-dosen pergerakan, yang saya rasa mereka bagian dari anak bangsa yang memiliki konsen kepedulian karena mereka dosen untuk berkontribusi pada permasalahan kebangsaan bahkan permasalahan dunia,” tegasnya.

Menurutnya, UIN Walisongo terbuka untuk kolaborasi dalam penguatan Tri Dharma perguruan tinggi.

“UIN walisongo sangat terbuka dalam rangka kemaslahatan, kebaikan dan dalam rangka memperkuat Tri Dharma perguruan tinggi,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top