ASN WFH Setiap Jumat, Mendikdasmen: Bukan Berarti Libur

Arifah
0

Pelajar Indonesia. Foto Kemendikdasmen.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) satu hari dalam sepekan mulai diterapkan sebagai bagian dari transformasi budaya kerja di sektor pendidikan. 

Skema ini dijalankan setiap Jumat dan dikaitkan dengan upaya penghematan energi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan kebijakan tersebut tidak akan mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

“Transformasi ini bukan mengurangi layanan, tetapi justru memastikan layanan tetap hadir secara maksimal dengan cara kerja yang lebih cerdas dan efisien,” ujar Abdul Mu’ti,. ditulis Rabu 8 April 2026.

Ia menjelaskan, kebijakan WFH akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan. Meski bekerja dari lokasi berbeda, ASN tetap diminta menjalankan tugasnya secara penuh.

“WFH bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab dari lokasi berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.

Menurutnya, layanan pendidikan tetap berjalan optimal selama kebijakan berlangsung. Unit Layanan Terpadu (ULT) tetap beroperasi melalui berbagai kanal, mulai dari layanan tatap muka hingga komunikasi digital seperti WhatsApp dan telepon.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terdampak. Guru tetap menjalankan tugas mengajar sesuai kebutuhan pembelajaran.

Abdul Mu’ti menyebut, transformasi ini dibangun di atas tiga pilar utama. Mulai dari pemerataan akses layanan pendidikan, penguatan relevansi melalui digitalisasi, hingga partisipasi aktif seluruh elemen, termasuk ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan hemat energi melalui langkah sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

“Ini momentum untuk membangun kebiasaan baru yang lebih baik hemat energi, peduli lingkungan, dan tetap produktif,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk menyediakan infrastruktur pendukung, seperti jalur sepeda dan ruang publik ramah lingkungan.

Kemendikdasmen berharap dapat mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan yang lebih efisien, berkelanjutan, serta mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top