Flyer even Kirab Budaya Haul KH Sholeh Darat 2026 di Semarang. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID - Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat 2026 akan digelar pada Ahad 19 April 2026, mulai pukul 07.00 hingga10.00 WIB. Kegiatan ini mengambil rute dari Kampung Melayu hingga berakhir di Lapangan Kuningan, Kota Semarang.
Ketua Panitia, H Ahmad Gunawan, menyampaikan bahwa kirab tahun ini dikemas lebih besar dibanding pelaksanaan sebelumnya.
“Kirab dalam Haul tahun 2026 ini kamu buat besar dan meriah. Yuk hadiri. Ingat waktunya; Ahad, 19 April 2026) jam 07 hingga jam 10 pagi,” tuturnya.
Ia menjelaskan, rute kirab dimulai dari kawasan Kampung Melayu, kemudian melintas ke Masjid Menara, Masjid Darat, dan berakhir di Lapangan Kuningan depan Masjid At-Taqwa.
“Adapun Rute kirab adalah Kampung Melayu-Masjid Menara-Masjid Darat-Lapangan Kuningan depan Masjid At-Taqwa,” bebernya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pentas teater di Tugu Perahu Kampung Melayu yang mengangkat kisah perjalanan KH Sholeh Darat sepulang dari Mekkah hingga tiba di Semarang. Peserta kemudian bergerak menggunakan dokar dengan iringan prajurit bergaya Mataram Islam, diikuti ratusan santri dan aktivis Nahdlatul Ulama.
Wakil Ketua Panitia, Farid Zamroni, menambahkan bahwa di kawasan Masjid Darat akan dipentaskan lanjutan kisah perjuangan KH Sholeh Darat, termasuk momen ketika RA Kartini menjadi muridnya.
“Ada babak cerita Kartini nyantri. Itu sangat relevan dengan Hari Kartini tanggal 21 April,” ujarnya.
Setibanya di Lapangan Kuningan, pertunjukan teater akan ditutup dengan kisah perjuangan melalui jalur pendidikan, kemudian dilanjutkan konser rebana yang melibatkan 15 grup.
“Setelah pentas teater rampung, langsung disambung konser akbar 15 grup rebana dipimpin dirijen Gus Ihsanuddin,” kata Farid.
Acara juga akan diisi sambutan dari Ketua PCNU Kota Semarang serta Wali Kota Semarang bersama jajaran pemerintah daerah, sebelum ditutup dengan pengajian umum bertajuk Wayang Dakwah.
“PCNU telah mengerahkan seluruh pengurus lembaga, badna otonom dan MWC NU seluruh Kecamatan. Dan saya mengajak warga masyarakat umum untuk menghadiri acara kitab ini. Mari ktia meriahkan,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang sebagai bagian dari penguatan wisata religi berbasis sejarah lokal.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.