Semarang, EDUKASIA.ID - Rombongan dosen yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) berziarah ke makam KH Sholeh Darat di kawasan Bergota, Kota Semarang, Sabtu 25 April 2026.
Ketua panitia kegiatan, Dr. H. Ismail, SM, M.Ag, menyebut ziarah ini sebagai bagian dari upaya menyambung sanad keilmuan para ulama Nusantara.
“Setelah Semnas kemarin, sesuai rundown, rombongan pengurus ADP berziarah ke makam KH Sholeh Darat,” ujarnya.
Menurutnya, ziarah tak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga refleksi akademik untuk meneladani perjuangan ulama dalam membangun tradisi keilmuan Islam di Indonesia.
Dalam ziarah tersebut, peserta didampingi oleh Prof. Dr. KH. Imam Yahya (WR 1 UIN Walisongo), Prof. Dr. H. Arif Junaidi (WR 2 UIN Walisongo), Dr. H. Ismail SM, M.Ag, (Ketua panitia SEMNAS), Dr. Agus Khunaefi M.Ag (Ketua MWC NU Ngaliyan Semarang), Dr. KH. Muslam dan Dr. Agus Sutiono (jamaah LSIS Kota Semarang).
KH Sholeh Darat dikenal sebagai ulama besar Nusantara abad ke-19 yang berperan penting dalam pengembangan keilmuan Islam di Jawa.
Ia merupakan guru Hadratus Syekh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari (pendiri NU) dan KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), serta RA Kartini.
Mahaguru tersebut serta dikenal melalui karya tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa beraksara Arab pegon untuk mendekatkan pemahaman agama kepada masyarakat.
Menurut Ismail, ziarah ini menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan tradisi intelektual Islam.
“Ini bagian dari menyambung sanad keilmuan, bahwa apa yang kita lakukan hari ini tidak lepas dari perjuangan para ulama sebelumnya,” katanya.
Selain ziarah, rombongan ADP juga melanjutkan agenda pada malam harinya dengan kegiatan kebersamaan dan konsolidasi internal guna memperkuat jejaring organisasi.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan ADP di Semarang meliputi Seminar Nasional dan peluncuran buku yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di UIN Walisongo Semarang, dengan mengangkat tema “Mencandera Masa Depan Kehidupan Beragama di Era Transformasi Digital”.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.