
Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum, Kwagean Kediri, KH. Hannan Ma’shum bersama jajaran pengurus Yayasan Miftahul Huda Bringin di kediamannya di Kediri, Minggu, 26 April 2026. Foto ist.
Kediri. EDUKASIA.ID - Istiqamah dalam berjuang itu merupakan hal penting, sebagai kunci meraih keberhasilan. Hal itu disampaiakan Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum, Kwagean Kediri, KH. Hannan Ma’shum saat menerima jajaran pengurus Yayasan Miftahul Huda Bringin di kediamannya, Minggu, 26 April 2026
Kemuliaan seseorang, menurut ulama yang kerap disapa Romo Yai Hannan itu, tidak ditentukan oleh latar belakang keturunan, melainkan oleh besarnya cita-cita dan kesungguhan dalam berproses.
Hal itu ditegaskan melalui ungkapan, Asy-syarafu bil himami la bir rimami al-baliyah, yakni kemuliaan diraih melalui visi tinggi, bukan mengandalkan nasab.
Menurutnya, visi dan cita-cita besar harus diimbangi dengan konsistensi dalam ikhtiar, doa, serta amaliah spiritual. Ia menegaskan, keberhasilan akan diberikan kepada mereka yang mampu menjaga istiqamah dalam setiap prosesnya.
“Dimanapun seseorang istiqamah, Allah akan menetapkan kesuksesan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Romo Yai Hannan juga menyinggung pentingnya wirid sebagai penguat batin dalam perjuangan. Ia mencontohkan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang tetap mengamalkan wirid secara konsisten dalam perjalanan hidupnya.
Lebih lanjut, ia mengutip pemikiran dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali tentang pentingnya keseimbangan antara agama dan kehidupan dunia. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan agar kehidupan tetap terarah.
“Tidak akan tegak agama tanpa tatanan dunia yang baik, dan dunia tidak akan kuat tanpa nilai agama,” pesannya.
Ia menambahkan, perjuangan di era sekarang tidak cukup hanya mengandalkan ilmu agama, tetapi juga perlu didukung kekuatan ekonomi agar dapat memberi manfaat lebih luas di tengah masyarakat.
Menanggapi tausiyah tersebut, Kamad MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif’an Ulil Huda, menyampaikan bahwa pesan istiqamah menjadi pengingat penting bagi para pendidik dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, nilai-nilai yang disampaikan Romo Yai Hannan relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter siswa.
“Kami mendapatkan penguatan bahwa perjuangan di dunia pendidikan juga membutuhkan istiqamah, tidak hanya dalam mengajar, tetapi juga dalam mendidik akhlak dan spiritual peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan sowan dan ziarah ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian serta menjaga tradisi keilmuan pesantren yang selama ini menjadi pijakan lembaga.
Rangkaian kegiatan ziarah ini juga mencakup kunjungan ke Pondok Pesantren Lirboyo, ziarah maqbarah masyaikh, sowan ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, hingga ziarah ke makam KH. Hamim Jazuli (Gus Miek).


.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.