Malik Syaiful (49), guru honorer asal Desa Pringgondani, Kabupaten Malang. Foto Kemenhaj.
Surabaya. BeritaHaji.id - Penantian panjang penuh kesederhanaan akhirnya berbuah manis bagi Abdul Malik Syaiful (49), guru honorer asal Desa Pringgondani, Kabupaten Malang. Bersama sang istri, Mudrika, ia kini bersiap menunaikan ibadah haji setelah lebih dari satu dekade berjuang mengumpulkan biaya.
Niat itu sudah mereka tanamkan sejak 2001. Dengan penghasilan yang terbatas, Abdul Malik dan istri memilih jalan sederhana, yakni menabung sedikit demi sedikit dari sisa kebutuhan sehari-hari.
“Sejak awal kami punya tekad untuk bisa menjadi tamu Allah. Alhamdulillah, dari menabung seadanya, tahun 2012 kami bisa mendaftar haji berdua,” ujar Abdul Malik saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa (29/04/2026), dilansir dari BeritaHaji.id.
Perjalanan menuju pelunasan biaya haji tidak selalu mulus. Selain mengandalkan gaji sebagai guru, ia bersama keluarga mencoba menambah penghasilan lewat usaha ternak bebek petelur. Usaha itu sempat terpukul saat pandemi COVID-19, namun tidak membuat mereka menyerah.
Bagi Abdul Malik, setiap rupiah yang terkumpul adalah bagian dari ikhtiar dan doa panjang yang tidak boleh berhenti.
“Semua kami niatkan untuk haji. Ini anugerah besar bagi kami,” katanya pelan.
Kini, Abdul Malik dan istrinya tergabung dalam Kloter 15 Embarkasi Surabaya dan dijadwalkan berangkat menuju Madinah melalui Bandara Internasional Juanda.
PPIH Embarkasi Surabaya menyebut kisah ini sebagai gambaran bahwa jalan menuju Tanah Suci terbuka bagi siapa saja yang tekun dan sabar menjalaninya.
Abdul Malik pun menyimpan harapan sederhana. Ia ingin kisahnya bisa memberi semangat, terutama bagi murid-muridnya.
“Kami berharap anak-anak bisa belajar dari perjuangan ini, bahwa dengan usaha dan doa, cita-cita itu bisa tercapai,” ungkapnya.

,%20guru%20honorer%20asal%20Desa%20Pringgondani,%20Kabupaten%20Malang.%20Bersama%20sang%20istri,%20Mudrika,%20ia%20kini%20bersiap%20menunaikan%20ibadah%20haji%20setelah%20lebih%20dari%20satu%20dekade%20berjuang%20mengumpulkan%20biaya..jpg)

.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.