
Sebagai ikhtiar penguatan spiritual, MI Miftahul Akhlaqiyah ajak siswa mengamalkan Sholawat Bahriah Qubro, ijazah KH Abdul Hannan Ma’shum Kwagean. Foto ist.
Kepala Madrasah MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif’an Ulil Huda, menyampaikan bahwa amaliah tersebut mulai diamalkan sejak akhir April lalu, khususnya oleh siswa kelas 3, 4, 5, dan 6.
“Alhamdulillah, sepulang kami bersama pengurus yayasan sowan ke KH Abdul Hannan Ma’shum pada Ahad kemarin, anak-anak langsung kami kenalkan Sholawat Bahriah Qubro. Ini bagian dari ikhtiar kami dalam membekali mereka dengan amaliah spiritual sejak dini,” ujarny Jumat 1 Mei 2026.
Menurutnya, setiap hal baik yang diperoleh dari para ulama akan diupayakan untuk diterapkan di lingkungan madrasah. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti “kulakan ilmu” yang kemudian dibagikan kembali kepada siswa.
“Prinsip kami, apa pun yang baik kami terima dan kami sebarkan. Ibaratnya seperti kulakan, kami membawa pulang keberkahan untuk dibagikan kepada anak-anak,” katanya.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan jajaran Yayasan Miftahul Huda Bringin ke Kediri, yang sebelumnya mendapatkan tausiyah langsung dari KH Hannan Ma’shum tentang pentingnya istiqamah dalam perjuangan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Dalam kesempatan itu, KH Hannan menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang, tetapi oleh kesungguhan, visi besar, dan konsistensi dalam berikhtiar serta berdoa. Ia juga menegaskan pentingnya wirid sebagai penguat batin.
Pesan tersebut, kata Rif’an, menjadi penguat bagi pihak madrasah untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan spiritual siswa.
“Ini menjadi pengingat bagi kami bahwa pendidikan tidak cukup hanya transfer ilmu, tetapi juga harus diiringi pembiasaan amaliah agar karakter dan spiritual anak terbentuk,” ungkapnya.
Dengan penerapan amaliah tersebut, MI Miftahul Akhlaqiyah berharap dapat menanamkan nilai istiqamah sejak dini sekaligus memperkuat tradisi keilmuan dan spiritualitas berbasis pesantren di lingkungan madrasah.


.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.