Kisah haru Valentina, siswi Brebes penerima Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng, yang menangis saat mendengar motivasi Gubernur Ahmad Luthfi. Foto ist.
Brebes. EDUKASIA.ID - Ia memperkenalkan dirinya Valentina. Siswi kelas 10 SMK Mitra Karya Mandiri Kabupaten Brebes ini duduk di barisan paling depan saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkunjung dan memberi motivasi kepada siswa di sekolahnya, Kamis Mei 2026.
Di sela mendengarkan motivasi yang disampaikan Ahmad Luthfi, perlahan air mata Valentina menetes ke pipinya. Tangis siswi asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes itu tak terbendung.
Valentina menangis saat Ahmad Luthfi menceritakan masa kecilnya yang juga anak seorang petani dengan kondisi ekonomi sederhana. Ia mengaku langsung teringat kepada orang tuanya di rumah.
“Sudah, sudah, jangan nangis. Sini maju, diusap dulu air matanya pakai tisu,” kata Ahmad Luthfi yang langsung mengajak Valentina maju ke depan dan memeluknya agar tangisnya reda.
Setelah tangisnya mereda, Ahmad Luthfi memberikan satu unit sepeda kepada Valentina sebagai hadiah dan penyemangat untuk tetap giat belajar serta membanggakan orang tua.
Saat ditemui usai acara, Valentina mengaku tangisnya pecah karena teringat orang tuanya di rumah. Ia juga bersyukur menjadi salah satu penerima manfaat Program Sekolah Kemitraan bagi anak keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu.
“Saya ingat orangtua. Terima kasih Pak Gubernur telah menyekolahkan saya di sini. Saya akan lebih semangat lagi. Senang sekolah di sini. Dulu tidak terbayang bisa sekolah di sini, sekarang tahu dan terima kasih,” ujar Valentina.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Luthfi juga membagikan sepatu dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak sekolah kemitraan. Bahkan, ia juga memakaikan sepatu kepada salah seorang siswa bernama Abio, pelajar kelas 10 SMK Muhammadiyah Mangunsari.
“Kaget. Nggak nyangka dipakaikan sepatu oleh Gubernur. Saya cita-cita mau jadi polisi. Senang bisa sekolah karena banyak teman. Sekolahnya gratis selama tiga tahun,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Luthfi mengatakan sekolah kemitraan merupakan program sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu. Saat ini terdapat 139 sekolah yang menjadi mitra program tersebut. Anak-anak yang mengikuti program itu dibiayai oleh Pemprov Jateng.
“Mereka kita biayai. Mulai pakaian, sepatu, buku, PKL, dan sebagainya. Semua gratis dari Pemprov Jateng,” kata dia.
Program ini mulai dirintis sejak 2025 dan pada tahun ajaran 2026 kembali dilanjutkan.
Saat memberikan motivasi, Ahmad Luthfi juga berpesan kepada seluruh siswa sekolah kemitraan untuk tidak minder. Ia meminta para siswa percaya diri, memiliki cita-cita tinggi, dan giat belajar untuk mewujudkan mimpi mereka.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.