12 Mahasiswa ISAI UIN Walisongo Double Degree ke Taiwan

Redaksi
0

Sebanyak 12 mahasiswa ISAI UIN Walisongo diterima di Minghsin University Taiwan dan akan menjalani kuliah sekaligus magang di perusahaan konstruksi serta rekayasa teknik.

SEMARANG. Edukasia.id - Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang resmi diterima di Minghsin University of Science and Technology (MUST), Taiwan.

Tidak hanya mendapatkan kesempatan menempuh studi di luar negeri, para mahasiswa terpilih tersebut juga diterima untuk bekerja dan magang di berbagai perusahaan konstruksi serta rekayasa teknik di Taiwan.

Program tersebut diwujudkan melalui skema kerja sama internasional Program Double Degree BCP 3+1 dan BCP 3+1+i.

Program ini dirancang agar mahasiswa dapat menuntaskan masa studi sarjana sekaligus mengantongi pengalaman kerja profesional dengan standar pendapatan global di industri internasional.

Adapun mahasiswa ISAI UIN Walisongo yang mengikuti program tersebut adalah Dessy Della Syafitri, Maghfiroh Choirunnisa, Muh Tajulhaq Hakim Tiro, Muhamad Adzkia, Fatino Wahyu Baskoro, Trisna Muhamad Ridwan, Ami Anggraeni, Komala Sari, Atikah Nur Rochmah, Nailatul Khusna, Mohammad Hamdan Amrulloh, dan Risma Nahva Firdausy.

Mereka akan menjalani studi di MUST sekaligus ditempatkan di sejumlah perusahaan mitra di Taiwan, antara lain BES Engineering Corp., Lijou Engineering Consultants Co., Ltd., Xu-Yuan Construction Co., Ltd., Chien Kuo Construction Co., Ltd., Dentian Construction Co., Ltd., dan I-Jia Construction Co., Ltd.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, menyambut capaian tersebut dengan rasa bangga sekaligus optimisme tinggi.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bahwa kurikulum prodi rumpun keagamaan dan kebudayaan seperti Ilmu Seni dan Arsitektur Islam memiliki relevansi dan daya saing yang adaptif di sektor industri teknologi internasional.

"Ini adalah lompatan besar bagi institusi. Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori arsitektur Islam di kelas, tetapi kini mereka terjun langsung ke ekosistem arsitektur, teknik civil, dan konstruksi modern berskala global di Taiwan."

Prof. Musahadi menambahkan, program tersebut mematangkan visi Unity of Sciences yang dikembangkan UIN Walisongo.

"Program ini mematangkan visi Unity of Sciences (Kesatuan Ilmu) di mana ilmu agama dan ilmu sains-teknologi terapan membaur untuk memberikan kemanfaatan yang nyata," ungkapnya.

Melalui program Double Degree BCP ini, mahasiswa diharapkan mampu menyerap transfer teknologi, kedisiplinan kerja industri maju, serta memperluas cara pandang kebudayaan internasional.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top