
Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, saat sambutan Wisuda ke-53 pada Rabu 15 Juli 2026. Foto ist.
Tulungagung. EDUKASIA.ID – UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung memperingati Dies Natalis ke-58 dengan mencatat berbagai capaian strategis di bidang akademik, tata kelola, dan pengembangan kelembagaan.
Bertepatan dengan Wisuda ke-53 pada Rabu 15 Juli 2026, momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan kampus sekaligus komitmen untuk terus memberikan dampak bagi masyarakat.
Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Abd. Aziz, mengajak seluruh civitas akademika melihat kembali perjalanan kampus yang berdiri sejak 1968 sebagai cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Kampus kemudian bertransformasi menjadi STAIN pada 1997, IAIN Tulungagung pada 2013, hingga resmi menjadi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada 2021.
"Kalau dihitung, UIN kita baru lima tahun berdiri sejak 2021. Tapi alhamdulillah, prestasi yang ditorehkan baik akademik maupun non-akademik sudah luar biasa." kata Prof. Aziz.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut membuat UIN SATU semakin diperhitungkan di tingkat nasional.
Karena itu, kampus terus berupaya meningkatkan mutu program studi dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.
"Sehingga kita menjadi rujukan nasional. Kita selalu berkomitmen untuk mengawal prodi unggul dan kampus yang semakin bisa berdampak," lanjutnya.
Salah satu inovasi yang diluncurkan tahun ini ialah program ReliGreen sebagai implementasi ekoteologi berbasis nilai keislaman yang sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama.
Program tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem bioswale di lingkungan kampus, gerakan penanaman pohon oleh ASN dan mahasiswa KKN, serta penghapusan kewajiban mencetak skripsi dan tesis sebagai upaya mengurangi penggunaan kertas.
Pada bidang tata kelola, UIN SATU juga berhasil mengantongi dua sertifikasi internasional, yakni ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018.
Sertifikasi tersebut memperkuat sistem manajemen mutu sekaligus menegaskan komitmen kampus terhadap layanan pendidikan berstandar internasional.
Kepercayaan nasional terhadap UIN SATU juga terus meningkat. Tahun ini, Prof. Abd. Aziz dipercaya menjadi Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 yang mengoordinasikan pelaksanaan SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN.
Jumlah pendaftar pada seleksi tersebut mencapai 92.556 orang atau melampaui target nasional sebanyak 80.639 peserta.
Selain itu, UIN SATU menerima kunjungan Menteri Agama RI, Sekretaris Jenderal, dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Kampus juga mendapat undangan menghadiri kegiatan di Istana Negara serta Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI.
Pada bidang akademik, UIN SATU kini memiliki 32 program studi berakreditasi Unggul, 16 program studi berakreditasi Baik Sekali, dan tiga program studi berakreditasi Baik.
Kampus juga membuka tiga program studi baru, yakni S1 Informatika, S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, serta S1 Sains Data.
Penguatan akademik tersebut diikuti dengan bertambahnya jumlah guru besar. Setelah tiga profesor baru dikukuhkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, UIN SATU kini memiliki 39 guru besar.
Inovasi lain yang menjadi perhatian ialah pembukaan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada 45 program studi. Jumlah tersebut menjadikan UIN SATU sebagai PTKIN dengan program studi RPL terbanyak di Indonesia.
Jalur ini diperuntukkan bagi guru madin, ustaz, dan ustazah yang telah mengabdi minimal dua tahun.
"Ini adalah jalur keringanan, RPL ini analoginya seperti naik kereta dari Tulungagung ke Jakarta," jelas Prof Aziz.
Ia mengatakan, peserta tidak perlu mengulang seluruh proses pembelajaran dari awal. Pengalaman yang telah dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran sehingga masa studi menjadi lebih singkat.
"Tidak harus kembali ke stasiun awal, cukup melanjutkan dari titik yang sudah dicapai," imbuhnya.
Jumlah alumni UIN SATU juga terus bertambah. Hingga tahun ini, jumlah lulusan mencapai 42.465 orang, meningkat dari sebelumnya sebanyak 41.212 alumni.
Prestasi hingga Penghargaan
Di bidang kemahasiswaan, UIN SATU terus mencatatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Marching Band Derap Swara Sangkakala berhasil meraih Juara I Concert Marching Art memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono X di Yogyakarta. Sementara itu, Mapala Himalaya UIN SATU meraih Juara Nasional Wana Lestari 2025.
Prestasi lainnya datang dari seorang mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah yang terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 hingga menembus kompetisi internasional.
Kampus juga memperluas akses beasiswa melalui penandatanganan kerja sama Beasiswa LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Capaian yang turut mendapat perhatian nasional diraih empat mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.
Mereka berhasil mengajukan uji materi Pasal 245 Undang-Undang Pemilu di Mahkamah Konstitusi hingga dikabulkan melalui Putusan Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang mewajibkan pemenuhan kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam legislatif.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan mahasiswa UIN SATU tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan hukum nasional.
Penguatan sumber daya manusia juga terus dilakukan. Sebanyak 77 dosen menerima Sertifikasi Dosen (Serdos) 2025. Selain itu, 33 pegawai negeri sipil dan 48 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) resmi dilantik untuk memperkuat layanan akademik dan administrasi kampus.
UIN SATU juga dipercaya menjadi penyelenggara Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 yang diikuti 314 dosen dari 35 PTKI se-Indonesia.
Di lingkungan internal, kampus menjalankan program Mlethek (Melek Teknologi) dan ORKES (Orientasi Kerja Sinergis) untuk meningkatkan kompetensi digital dan budaya kerja ASN.
Dari sisi infrastruktur, luas lahan kampus bertambah dari 89.465 meter persegi menjadi 102.186 meter persegi setelah adanya penambahan lahan seluas 12.721 meter persegi.
Kampus juga tengah menyelesaikan pembangunan SATU Auditorium serta dua lantai parkir bertingkat yang ditargetkan rampung tahun ini.
Untuk mendukung kemandirian ekonomi kampus, UIN SATU meluncurkan SATU FoodCourt, SATU Swalayan, dan SATU Cafe dengan sistem pembayaran nontunai berbasis aplikasi sebagai bagian dari transformasi digital layanan kampus.
Dalam pengelolaan keuangan, realisasi anggaran tahun 2025 mencapai Rp211,2 miliar atau 77,04 persen dari total pagu Rp274,1 miliar. Laporan keuangan kampus juga kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Sepanjang tahun ini, UIN SATU juga meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya Diktis Award 2026 sebagai PTKIN dengan Pusat Bisnis Paling Akuntabel dan Inovatif, Rekor MURI atas pembuatan 3.648 keranjang sampah bambu, penghargaan PTRG Peringkat Madya dari Kementerian Agama atas komitmen kesetaraan gender, serta Akreditasi Paripurna bagi SATU Klinik Pratama dari LAFKI.
Selain itu, UIN SATU dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional, seperti Forum Rektor Evaluasi UM-PTKIN, Graduate Forum Internasional, PKDP PTP Nasional, Halaqah Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama, hingga Forum Arsiparis Perguruan Tinggi se-Jawa Timur.
Rangkaian Dies Natalis ke-58 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya sholawatan bersama yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN SATU, Gelar Karya Guru Besar yang dijadwalkan pada akhir Juli 2026, serta Seminar Internasional bertema Penguatan Islam Jawa.
Menutup sambutannya, Aziz mengajak seluruh civitas akademika mempertahankan semangat untuk terus mengembangkan kampus dan meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.
"Semangat dan komitmen civitas akademika UIN SATU terus kita kembangkan dan pertahankan," ujar Aziz.
Ia berharap usia ke-58 menjadi pijakan bagi UIN SATU untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang memberi manfaat lebih luas.
"Mudah-mudahan dengan usia yang sudah 58 ini, UIN SATU Tulungagung semakin jaya dan semakin berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.
Dalam pengelolaan keuangan, realisasi anggaran tahun 2025 mencapai Rp211,2 miliar atau 77,04 persen dari total pagu Rp274,1 miliar. Laporan keuangan kampus juga kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Sepanjang tahun ini, UIN SATU juga meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya Diktis Award 2026 sebagai PTKIN dengan Pusat Bisnis Paling Akuntabel dan Inovatif, Rekor MURI atas pembuatan 3.648 keranjang sampah bambu, penghargaan PTRG Peringkat Madya dari Kementerian Agama atas komitmen kesetaraan gender, serta Akreditasi Paripurna bagi SATU Klinik Pratama dari LAFKI.
Selain itu, UIN SATU dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional, seperti Forum Rektor Evaluasi UM-PTKIN, Graduate Forum Internasional, PKDP PTP Nasional, Halaqah Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama, hingga Forum Arsiparis Perguruan Tinggi se-Jawa Timur.
Rangkaian Dies Natalis ke-58 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, di antaranya sholawatan bersama yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN SATU, Gelar Karya Guru Besar yang dijadwalkan pada akhir Juli 2026, serta Seminar Internasional bertema Penguatan Islam Jawa.
Menutup sambutannya, Aziz mengajak seluruh civitas akademika mempertahankan semangat untuk terus mengembangkan kampus dan meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.
"Semangat dan komitmen civitas akademika UIN SATU terus kita kembangkan dan pertahankan," ujar Aziz.
Ia berharap usia ke-58 menjadi pijakan bagi UIN SATU untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang memberi manfaat lebih luas.
"Mudah-mudahan dengan usia yang sudah 58 ini, UIN SATU Tulungagung semakin jaya dan semakin berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.