Hearticulate mengajak lansia di Panti Sosial Cipayung mengekspresikan emosi melalui seni, sekaligus menyalurkan bantuan dan mengusung kampanye kesehatan mental lintas generasi.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak melepaskan emosi dan berbagi cerita lewat berbagai aktivitas kreatif.
Program ini merupakan rangkaian post event Hearticulate setelah main event yang digelar pada 11 Juli 2026. Berbeda dari kegiatan sebelumnya yang banyak mengangkat isu emotional suppression (kecenderungan memendam emosi) pada generasi muda, kali ini Hearticulate memperluas jangkauannya kepada kalangan lansia.
Untuk diketahui, Hearticulate merupakan proyek luaran mata kuliah Community Development yang digagas mahasiswa Marketing Communication Batch 27 Excellent Class LSPR Institute of Communication and Business.
Program ini berkolaborasi dengan komunitas UNIQ Mind Creates untuk menghadirkan ruang ekspresi yang aman, inklusif, dan suportif melalui pendekatan seni bagi berbagai kalangan masyarakat.
Ketua Pelaksana Hearticulate, Marine Bintang Feliza, mengatakan kegiatan tersebut ingin menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan ruang yang aman untuk mengekspresikan perasaannya.
"Hearticulate bukan hanya tentang generasi muda, tetapi tentang semua individu yang membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan," ujarnya dalam keterangan, Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Marine, seni dapat menjadi media yang mempertemukan berbagai generasi untuk saling memahami pengalaman emosional.
"Melalui kegiatan bersama Oma & Opa, kami ingin menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jembatan untuk berbagi emosi lintas generasi," katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para penghuni panti mengikuti sesi breathworking atau latihan pernapasan untuk membantu menenangkan pikiran. Setelah itu, mereka diajak melukis sebagai media mengekspresikan perasaan, kemudian berbagi cerita mengenai makna di balik karya yang dibuat.
Panitia juga menggelar permainan berhadiah dan karaoke lagu-lagu nostalgia yang menghidupkan suasana. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi yang mempererat kebersamaan antara para lansia dan relawan.
Founder UNIQ Mind Creates, Anneta Audrey P., S.Psi., menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan ruang ekspresi emosional yang dapat diakses semua kalangan.
"Saya sangat bersyukur bisa memberikan support penuh untuk Hearticulate. Melalui Hearticulate, visi dan misi UNIQ Mind Creates untuk menjangkau seluruh generasi akhirnya bisa terealisasi," jelas Anneta.
Ia berharap kegiatan serupa dapat membuktikan bahwa seni merupakan media bercerita yang tidak mengenal batas usia.
"Kami harap dengan adanya kegiatan bersama Opa & Oma dapat menjadi bukti bahwa bercerita melalui karya seni bisa dilakukan oleh semua usia," lanjutnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak PSBI 2 Cipayung. Kasatpel Pelayanan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Imam Kanafi, mengaku kegiatan serupa masih jarang diselenggarakan di panti yang dipimpinnya.
"Kami sangat senang acara ini bisa diadakan di PSBI. Biasanya, acara-acara semacam ini lebih sering digelar di panti yang sudah terintegrasi, seperti panti jompo, panti asuhan, atau panti khusus ODGJ," ungkap Imam Kanafi.
Ia menjelaskan PSBI merupakan panti tahap awal yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum penghuni dipindahkan ke panti lain sesuai kebutuhannya. Karena itu, kegiatan yang melibatkan interaksi langsung dengan para penghuni masih relatif jarang.
"Kami berterima kasih Hearticulate mau hadir dan memberikan momen kebahagiaan bagi Oma & Opa yang biasanya jarang punya kesempatan beraktivitas seperti ini," pungkasnya.
Selain kegiatan bersama para lansia, Hearticulate juga menyerahkan bantuan berupa beras, minyak goreng, sabun mandi, sampo, pasta gigi, sikat gigi, popok dewasa, dan berbagai kebutuhan lainnya kepada PSBI 2 Cipayung.
Panitia turut menggandeng Waste4Change sebagai mitra pengelolaan limbah selama rangkaian kegiatan. Lebih dari 20 kilogram sampah berhasil dikumpulkan untuk dikelola sebagai bagian dari upaya penyelenggaraan acara yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, Hearticulate akan membagikan e-book berjudul Unspoken kepada peserta melalui email. Buku digital tersebut disiapkan sebagai media lanjutan untuk menyampaikan berbagai perasaan yang mungkin belum sempat diungkapkan selama kegiatan berlangsung.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.