Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Musahadi, M.Ag. menyerahkan karikatur dari FUHUM kepada Prof. Dr. KH. Moh. Erfan Soebahar, M.Ag., didampingi Dekan FUHUM Dr. Mokh. Sya'roni, M.Ag. Foto ist.
Semarang. EDUKASIA.ID – Peluncuran buku Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif menjadi momentum bagi UIN Walisongo Semarang untuk memperkuat tradisi mendokumentasikan kiprah para guru besar. Tradisi tersebut diharapkan menjadi warisan nilai sekaligus inspirasi bagi generasi penerus.
Hal itu disampaikan Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., saat Seminar dan Launching Buku Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar di Ruang Teater Gedung KH Sholeh Darat, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin 6 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., para akademisi, ulama, serta keluarga besar UIN Walisongo.
Menurut Musahadi, pengalaman, pemikiran, dan pengabdian para guru besar yang telah memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi perlu didokumentasikan agar menjadi sumber inspirasi bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
"Kami ingin mengembangkan tradisi bahwa guru besar yang telah memberikan kontribusi besar bagi perguruan tinggi perlu diwariskan pemikiran dan keteladanannya. Nilai-nilai itulah yang menjadi semangat bagi generasi berikutnya," ujarnya.
Ia menilai Prof. Dr. KH. Moh. Erfan Soebahar, M.Ag., merupakan sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara peran akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Selain sebagai guru besar, Prof. Erfan juga dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang sebagai ketua umum.
"Beliau adalah contoh guru besar yang mampu memerankan dunia akademik dan dunia kemasyarakatan secara berimbang. Sosok yang produktif, santun, dan istiqamah dalam pengabdian. Banyak nilai yang dapat dipelajari oleh generasi muda," tutur Musahadi.
Sementara itu, Prof. Erfan Soebahar menyampaikan rasa syukur atas terbitnya buku biografi yang merekam perjalanan hidupnya sebagai pendidik, pendakwah, dan pemimpin. Menurutnya, sebuah buku tidak sekadar menjadi dokumentasi perjalanan hidup, tetapi juga dapat menjadi warisan nilai bagi generasi mendatang.
"Melalui tulisan, kenangan, ulasan, dan pesan-pesan baik, kita dapat memberikan bekal bagi masa depan. Apa yang telah dilalui dapat menjadi pelajaran untuk melangkah lebih baik demi meraih ridha Allah," ujarnya.
Prof. Erfan juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut melangkah maupun melakukan kesalahan selama memiliki kemauan untuk memperbaiki diri.
"Yang paling penting adalah siap melangkah. Salah itu bagian dari proses menuju kesuksesan, selama kita mau memperbaikinya. Biasakan membaca perjalanan para pendahulu dan jadilah inspirasi bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," pesannya.
Buku setebal 404 halaman tersebut disusun oleh tim yang diketuai Dr. KH. Ismail, S.M., M.Ag. Penyusunannya melibatkan sekitar 80 tokoh dari berbagai kalangan yang memberikan testimoni mengenai kiprah Prof. Erfan sebagai pendidik, pendakwah, dan pemimpin.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., turut memberikan apresiasi atas pengabdian Prof. Erfan. Menurutnya, Prof. Erfan dikenal sebagai ulama yang istiqamah menyampaikan dakwah secara santun, moderat, dan menyejukkan, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat.
Peluncuran buku biografi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penghormatan atas perjalanan panjang Prof. Erfan Soebahar, tetapi juga memperkuat tradisi akademik di UIN Walisongo dalam mengabadikan pemikiran dan keteladanan para guru besar bagi generasi mendatang.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.