Psikolog Lucky Ade Sessiani, menyampaikan materi parenting kepada wali murid baru MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang pada Orientasi Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis 9 Juli 2026.
Semarang, EDUKASIA.ID – MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang menggelar Orientasi dan Parenting Wali Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027, bertema "Ananda Siap ke Madrasah: Strategi Menyiapkan Mental Anak Menghadapi Lingkungan Baru di Madrasah Ibtidaiyah," Kamis 9 Juli 2026.
Kegiatan yang digekar di di Aula Madarasah tersebut menghadirkan psikolog Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang, Lucky Ade Sessiani, M.Psi., Psikolog.
Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah, H. Rif'an Ulil Huda, menjelaskan kegiatan parenting menjadi agenda rutin setiap awal tahun ajaran sebagai langkah awal membangun sinergi antara keluarga dan madrasah dalam mendampingi anak memasuki lingkungan belajar yang baru.
"Setiap awal tahun ajaran kami selalu mengawali dengan sesi parenting. Kami ingin sejak hari pertama orang tua memahami bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika madrasah dan keluarga memiliki visi yang sama, proses adaptasi anak akan lebih mudah dan perkembangan belajarnya menjadi lebih optimal," ujarnya.
Ia menambahkan, orientasi dan parenting merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan layanan pendidikan sejak awal sekaligus memperkuat budaya kemitraan dengan orang tua.
"Orientasi ini bukan sekadar memperkenalkan sekolah, tetapi membangun kemitraan. Kami ingin orang tua merasa menjadi bagian dari proses pendidikan sehingga setiap perkembangan anak dapat didampingi bersama oleh keluarga dan madrasah," katanya.
Menurut Rif'an, komunikasi yang baik sejak awal membuat orang tua tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mitra aktif dalam membentuk karakter dan kebiasaan belajar anak di rumah maupun di madrasah.
Ia menambahkan, penyelenggaraan parenting bersama psikolog juga merupakan bagian dari kerja sama yang telah lama dibangun MI Miftahul Akhlaqiyah dengan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang.
Melalui kolaborasi tersebut, madrasah secara berkala menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang tumbuh kembang anak dan pendampingan keluarga.
Sementara itu, Ketua Yayasan Miftahul Huda, Dr. KH. Saiful Amar, didampingi Wakil Kepala Madrasah HM Miftahul Arief, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Pihaknya berharap seluruh wali murid dapat membangun komunikasi yang baik dengan guru selama anak menempuh pendidikan di MI Miftahul Akhlaqiyah.
Dalam sesi parenting, Lucky Ade Sessiani menjelaskan bahwa kesiapan anak masuk madrasah tidak diukur dari kemampuan membaca, menulis, atau berhitung semata, tetapi dari kematangan perkembangan fisik, bahasa, kognitif, serta sosial-emosional.
"Kesiapan sekolah bukan soal kecerdasan. Yang lebih penting adalah anak memperoleh stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya sehingga siap mengikuti proses belajar," jelasnya.
Ia juga mengingatkan orang tua untuk membangun ekspektasi positif terhadap madrasah, mengenalkan lingkungan sekolah kepada anak, serta menjalin komunikasi yang erat dengan guru agar masa transisi berlangsung menyenangkan.
Lucky juga menyinggung terkait bullying (perundungan) siswa beserta cara antisipasi dan penanganannya, serta bebrapa hal yang menyangkut siswa sperti kecanduan gadget.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.