Mahasiswa KKN UNWAHA Gelar Kajian Fiqih Wanita di Rejoagung Jombang

Redaksi
0
Mahasiswa KKN-PPM UNWAHA menggelar Kajian Fiqih Wanita di Desa Rejoagung, Jombang, membahas haid, istihadhah, nifas, dan wiladah. Foto IST

Jombang. EDUKASIA.ID – Untuk memperluas pemahaman keagamaan muslimah, Mahasiswa KKN-PPM UNWAHA menggelar Kajian Fiqih Wanita untuk di Musholla Darunnajat, Desa Rejoagung, Jombang, Jumat 24 Juli 2026.

Kajian yang masuk dalam program “Muslimah Desa Berilmu” tersebut bertema “Haid, Istihadhah, Nifas, dan Wiladah dalam Perspektif Fiqih Islam”.

Ketua Tim KKN, Muhammad Husnul Arifal Fatich, mengatakan kajian tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, khususnya bagi kaum muslimah.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, khususnya bagi kaum muslimah,” katanya.

Fatich menjelaskan, tema kajian dipilih setelah mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan masyarakat serta pengurus Jam’iyah Muslimat dan Fatayat Desa Rejoagung.

Di desa tersebut, kegiatan keagamaan seperti Jam’iyah Muslimat, Fatayat, yasinan, tahlilan, istighasah, dan pengajian rutin telah berjalan.

Dari proses observasi itu, mahasiswa melihat adanya ruang untuk menghadirkan pembahasan yang lebih khusus mengenai fiqih wanita, terutama haid, nifas, dan istihadhah.

Kajian digelar bersama Jam’iyah Muslimat dan Fatayat Desa Rejoagung dengan menghadirkan Lailatul Mathoryah, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UNWAHA, sebagai narasumber.

Materi membahas pengertian, perbedaan, ketentuan, serta hukum haid, istihadhah, nifas, dan wiladah.

Pembahasan juga dikaitkan dengan ibadah sehari-hari, seperti salat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya.

Peserta kemudian dipersilakan menyampaikan pertanyaan maupun persoalan fiqih wanita yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan dan interaksi selama kajian.

Menurut Fatich, respons tersebut menunjukkan pembahasan fiqih wanita mendapat perhatian dari peserta.

Ia berharap pembahasan serupa dapat terus berkembang melalui forum keagamaan yang sudah berjalan di Desa Rejoagung.

“Melalui program ‘Muslimah Desa Berilmu’, mahasiswa KKN berharap edukasi mengenai fiqih wanita tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi dapat dilanjutkan melalui forum Jam’iyah Muslimat, Fatayat, maupun pengajian rutin di Desa Rejoagung,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas literasi fiqih wanita di tengah masyarakat Desa Rejoagung.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top