Wisuda ke-35 SETIA WS, Ketua: Ini Awal Pengabdian di Masyarakat

Moh. Miftahul Arief
0
Ketua SETIA WS Semarang, Dr. Uswatun Marhamah, M.S.I. Foto Arief.

Semarang. EDUKASIA.ID - Wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal perjalanan untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pesan itu disempaikan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (SETIA WS) Semarang, Dr. Uswatun Marhamah, M.S.I. saat Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-35 SETIA WS Semarang Tahun Akademik 2025/2026, di Hotel Grasia Semarang, Selasa 1 September 2026.

Uswatun mengingatkan para lulusan agar tidak memandang gelar sarjana sebagai akhir perjuangan akademik. Menurutnya, tantangan yang sesungguhnya justru dimulai ketika ilmu yang diperoleh harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.

“Jangan salah, ini bukan akhir. Justru ini adalah awal dari sebuah perjalanan Saudara. Ketika Saudara menyandang gelar sarjana, sekarang adalah awal bagaimana Saudara di masyarakat mengamalkan ilmu-ilmu Saudara nantinya,” ujarnya.

Ia menuturkan, perjalanan menyelesaikan pendidikan tinggi telah menempa para mahasiswa melalui berbagai proses, mulai dari perkuliahan hingga penyusunan tugas akhir. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

Uswatun juga mengingatkan bahwa persaingan di dunia kerja harus dihadapi dengan semangat kolaborasi, bukan dengan menjatuhkan pihak lain.

“Pesan saya, jangan saling menjatuhkan kalau mau naik ke atas. Ketika di dunia kerja nanti, jangan untuk saling menjatuhkan, tetapi bagaimana Saudara bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan Saudara,” katanya.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan objektif dalam menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan bekal tersebut, para alumni diharapkan mampu terus belajar, berkembang, serta memberikan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak hanya bermanfaat bagi karier pribadi, tetapi juga membawa dampak positif yang lebih luas.

“Semoga ilmu yang Saudara raih dapat bermanfaat dan menjadi bekal dalam perjalanan kehidupan karier Saudara serta membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Menurut Uswatun, salah satu ciri ilmu yang berkah adalah kemampuannya menghadirkan kesejahteraan bagi pemiliknya maupun lingkungan sekitar.

“Ciri keberkahan sebuah ilmu adalah membawa kesejahteraan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom., yang membacakan sambutan tertulis Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.

“Atas nama Pemerintah Kota Semarang saya ucapkan selamat kepada anak-anakku mahasiswa yang hari ini diwisuda dan telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan Semarang,” katanya.

Dalam sambutan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa gelar sarjana membawa tanggung jawab sosial untuk mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kota Semarang juga berharap para lulusan dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah melalui pengabdian di bidang pendidikan, hukum keluarga, maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Kota Semarang membutuhkan ide-ide segar, karya nyata, serta pengabdian para lulusan untuk bersama-sama membangun daerah ini,” demikian kutipan sambutan Wali Kota.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan wali wisudawan, Farhan, S.H.I., M.H., mengapresiasi SETIA WS yang dinilai mampu memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang telah bekerja dan memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti perkuliahan reguler.

“Alhamdulillah STAI Walisembilan telah memberikan solusi. Banyak anak-anak kami yang sudah bekerja, namun tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan laporan akademik panitia, jumlah wisudawan pada Wisuda ke-35 mencapai 154 orang, terdiri atas 122 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 23 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan 9 lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI).

Pada wisuda tersebut juga diumumkan lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Predikat wisudawan terbaik PAI diraih Eka Putri dengan IPK 3,95 melalui skripsi berjudul Metode Penyucian Jiwa dan Hubungannya dengan Etika Pergaulan dalam Kitab Ayyuhal Walad Karya Imam Al-Ghazali.

Wisudawan terbaik PGMI diraih Faska Muyassarah dengan IPK 3,94 melalui penelitian tentang implementasi pembelajaran humanis religius dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar.

Sementara itu, wisudawan terbaik HKI diraih Alfi Amru Abidin Al Amin dengan IPK 3,82 melalui skripsi bertema pergeseran makna keharmonisan keluarga pada Generasi Z dalam konteks Islam.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top